Sungguh Ku Berhutang Budi pada Negeri ini

Anna Halimatus Sa'diyah
Karya Anna Halimatus Sa'diyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2016
Sungguh Ku Berhutang Budi pada Negeri ini

Sudah 5 semester kulewati, itu artinya ini adalah 3 semester terakhir yang harus kutempuh demi gelar sarjana pendidikan ku. Rasanya belum cukup ilmu yang kudapat diperkuliahan untuk bekal dilapangan nanti, karena aku tahu begitu beratnya tugas seorang guru yang bukan hanya sekedar mentransfer pengetahuan saja namun juga mendidik murid-muridnya agar memiki karakter yang baik serta memiliki kemampuan untuk hidup di masyarakat kelak.

Apa yang kudapat selama ini? Malu rasanya, begitu lalai dalam menjalankan amanah sebagai mahasiswa ini, khususnya mahasiswa yang diberi kesempatan sebagai penerima beasiswa. Allah, rasanya ingin berhenti saja, sanggupkah aku menanggung tangung jawab yang begitu besar diakhirat nanti?

Hati dan pikiran pun seolah terus berdebat. Rasanya hati terlalu takut untuk menerima tanggung jawab yang besar nanti, pun dengan pikiran yang terus saja berkata 'betapa kurang ajarnya diri ini terus menerus meminta untuk berhenti sedangkan begitu banyak orang lain yang menginginkan ada diposisiku saat ini.

Lalu aku harus bagaimana? Saat aku mencoba untuk berubah, belajar, belajar dan belajar, setan-setan itu terasa begitu menggelayut, menggoda hati ini untuk terus saja berdiam dalam kenyamanan. Hingga belum sempat ku memperbaiki diri rasanya setan-setan itu sudah berhasil membuatku terhenti dan menunda lagi. Selalu saja begitu.

Tak banyak inginku saat ini, hanya ingin terus memperbaiki diri, menyiapkan diri, dan memaksimalkan waktu yang tersisa diperkuliahanku saat ini. Seperti yang dituliskan Bapak SBY dalam surat diatas "ikutlah mengubah jalannya sejarah, bayar dan tebuslah yang telah negara berikan kepada kalian semua, dengan cara ikut berjuang mengurangi kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan"

Merinding rasanya setiap membaca surat tersebut, seperti cambukan saja. Sungguh berat memang tanggung jawab yang diberikan tapi aku percaya selalu ada kebaikan dari apa yang Ia takdirkan. Dan semoga suatu hari nanti bisa menjadi guru yang profesional yang mampu mengubah jalannya sejarah dan juga mencerdaskan anak bangsa seperti yang diamanatkan oleh Beliau.

  • view 110