Tidak Sengaja Bertemu

Anaa Zuhria
Karya Anaa Zuhria Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Maret 2017
Tidak Sengaja Bertemu

Apa lagi yang lebih mendebarkan dibanding perjumpaan tidak sengaja dengan seorang yang namanya diam-diam kau patrikan dalam jiwamu? Apa lagi yang lebih membekukan dibanding mata yang tidak sengaja menangkap tubuh seorang yang selalu kau panggil setiap malam untuk hadir dalam mimpimu? Apa lagi yang lebih melumpuhkan dibanding dirimu yang mendapati seorang yang selama ini kau rindukan berdiri tegak di depanmu?

Tolong beri tahu aku, bagaimana aku bisa berbicara dengannya, sedangkan ketika melihat dia nyata di depanku saja aku tiba-tiba seperti menjadi manusia kayu. Begitu kaku. Otot-ototku nyaris tidak berfungsi, jika saja tiada orang di sekitarku, boleh jadi aku akan jatuh terduduk. Bagaimanalah, kakiku tidak kuat lagi menyangga tubuh yang gemetar hebat ini.

Tolong beri tahu aku, bagaimana aku sanggup berhadapan dengannya, sedangkan ketika mendengar namanya disebut saja deru detak jantungku berkali lipat lebih cepat dibanding biasanya. Lalu keringat mulai membasahi telapak tanganku. Pasukan dingin menyergapku dengan menodong tombak di leherku.

Tolong beri tahu aku, bagaimana aku mampu menatap ke kedalaman matanya, atau bahkan meladeni senyumnya yang membuat gila itu, sedangkan ketika radarku menangkap tubuhnya dari jauh saja gigiku langsung terasa ngilu. Aliran darah menjadi tiga kali lipat lebih cepat. Napasku memburu, seperti orang terengah usai lari pagi.

Mungkin kau mengatakan aku berlebihan, tapi aku tidak peduli. Karena jika kau menjadi aku, kau pasti akan merasakan hal yang sama. Esok atau lusa, coba kau jadi aku. Maka kau akan tahu, betapa tersiksanya ruhmu ketika takdir membawamu pada muara ketidaksengajaan bertemu dengan yang kau damba. Kau akan mengerti, betapa semesta dengan kejamnya mencerabut kesadaran dari dalam dirimu.

Aku terjebak. Antara tapal batas imaji yang kureka untuk kesenanganku sendiri dengan realita yang dicipta Tuhan untuk kuhadapi. Tapi biarlah, aku senang begini. Menikmatinya dari ruang yang tak mungkin ia jangkau lebih menyenangkan, dibandingkan harus beradu pandang dengan mata cokelatnya yang berefek kloroform. Menghilangkan kesadaran.

10 Maret 2017

-Ann

 

#bertemu #cinta #diam #doa

  • view 459

  • Nahla Jingga
    Nahla Jingga
    6 bulan yang lalu.
    wah, hal spt itu mmg menyusahkan, menyiksa, membelenggu, menyakitkan, dan membuat gila ya, mbak.. Tapi kata seseorang yg pernah mengalaminya dan memetik nasihat dari Pak Motivator, hati harus diperdalam dgn luka agar bs menampung lbh banyak bahagia