Bila Ia Menikah

Anaa Zuhria
Karya Anaa Zuhria Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 06 November 2016
Bila Ia Menikah

Bila ia menikah, tapi bukan denganku

Aku pasti tumbang

Serupa pohon tua yang tercerabut akarnya

Serupa bangunan yang diluluhlantakan gempa

Aku pasti terhempas

Serupa buah kelapa yang jatuh dari ujung pohonnya

 

Bila ia menikah, tapi bukan denganku

Aku yakin hariku tidak lagi sama

Malamku menjadi berbeda

Serupa gelap sepanjang jalan

Malam dan siang tiada pembeda

Mungkin akan banyak air yang berjatuhan

Mungkin juga terjadi banjir meski tidak sampai bandang

 

Bila ia menikah, tapi bukan denganku

Akan aku tunjukkan senyum bahagiaku

Aku baik-baik saja, kukatakan itu pada diriku sendiri

Termasuk kepada orang-orang yang mengira aku terluka

Akan kubungkus sayat itu dengan cantik

Tidak masalah meski perihnya tiada terkira

 

Bila ia menikah, tapi bukan denganku

Akan aku kirim hadiah terbaik yang mampu aku berikan

Di dalamnya ada kumpulan kalimat indah yang mampu aku rangkaikan

Kususun dengan ditemani bulir yang tidak henti mengalir

Bersama tinta hitam yang tergerak di atas lembar putih

Tiba-tiba basah

 

Bila ia menikah, tapi tidak denganku

Aku akan tetap datang

Sebagai pemenuhan hak saudara seiman

Sekalipun hanya ragaku yang menuju ke sana

Sisanya kosong

Jiwaku terhambur bersama serpihan yang entah ke mana perginya

 

Bila ia menikah, tapi tidak denganku

Akan kupeluk erat perempuannya

Akan kusuguhi senyum tulusku yang masih sedikit tersisa

Ditemani tatap nanar yang kusembunyikan

Sembari meluruhkan segala kesedihan yang sejak kemarin bersitahan di badan

Kau perempuan baik, maka pantas mendapatkan dia yang juga baik

Jadi jaga dia baik-baik

 

Bila ia menikah, tapi tidak denganku

Akan kupaksa diriku menjiwai jiwa seorang Salman Alfarisi

Walau aku seorang perempuan

Akan kupaksa kaki kembali tegak

Akan kubuka mata untuk melihat yang lebih luas

Akan kuseret langkah yang sempat terlantuk

Akan kuusap pipi yang sering basah

Akan kukais remah hati yang berceceran

Akan kusatukan kembali menjadi kepingan utuh

Dan

Akan kututup rapat pintu-pintu kenangan

 

Berdamailah!

Sungguh, seerat apapun dekap jika Tuhan menghendak pisah maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa menyatukan.

Sungguh, sejauh apapun jarak jika Tuhan menghendak satu maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa memisahkan.

 

Bandarlampung, 06 November 2016.

Lagi galau karena handphone rusak.

  • view 244