Pekan Kerja Nyata, Jambore Nasional Revolusi Mental, dan Puan Maharani

Anjay Kusuma
Karya Anjay Kusuma Kategori Politik
dipublikasikan 01 September 2017
Pekan Kerja Nyata, Jambore Nasional Revolusi Mental, dan Puan Maharani

Pelaksanaan Pekan Kerja Nyata (PKN) dan Jambore Nasional Revolusi Mental sangat meriah. Puan Maharani, sebagai Komandan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) menjadi sosok yang paling “berkepentingan” untuk menyukseskan acara fenomenal yang beru pertama kali dilaksanakan tersebut. Puan Maharani, mewakili Presiden Jokowi yang berhalangan hadir, juga membuka acara tersebut dengan penuh semangat.

Acara yang dilaksanakan dari 25-27 Agustus ini, dihadiri oleh menteri koordinator, Mendagri, Menteri PAN RB serta sejumlah menteri lainnya, 11 gubernur, 55 wali kota/bupati, 11 rektor, 1800 SKPD, camat dan ribuan lurah. Puan Maharani berharap, bahwa acara ini, setidaknya sebagai pijakan untuk melihat sejauh mana perkembangan revolusi mental menjadi bagian dari kehidupan masyarakat serta menjadi pelopor kemajuan bangsa. Dari acara tersebut, kemudian dapat diperoleh informasi untuk perbaikan kebijakan, program, dan pola kerja revolusi mental selanjutnya, sebagai sebuah gerakan.

Puan Maharani mengatakan, bahwa Jambore Nasional Revolusi Mental ini diadakan sebagai bentuk pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui kerja nyata untuk mewujudkan Indonesia yang melayani, bersih, tertib, mandiri, dan bersatu.

Banyak acara menarik yang dilaksanakan pada helatan akbar revolusi mental tersebut. Selain Apel Bersama Revolusi Mental, juga dilaksanakan pula Rembuk Nasional, Pameran Inovasi Pelayanan Publik dan Panggung Pentas Musik, Pentas Seni dan Pagelaran Budaya, serta Karnaval Gerakan Nasional Revolusi Mental. Termasuk juga apresiasi yang diberikan Puan Maharani kepada 40 program dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) yang telah melakukan inovasi pelayanan publik dan dampaknya sudah dirasakan oleh masyarakat.

Puan Maharani menyebut tentang pentingnya etos kerja, integritas, dan gotong royong sebagai nilai-nilai utama revolusi mental untuk diterapkan dan disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat.

"Pemerintah telah mencanangkan gerakan nasional revolusi mental sebagai program prioritas dalam membangun karakter bangsa Indonesia, agar berintegritas, beretos kerja dan berjiwa gotong royong untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian berdasarkan Pancasila," kata Puan dalam sambutannya.

Tentu, masih banyak yang harus dikerjakan untuk menyukseskan Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai bagian penting dari pembangunan Indonesia, tapi melihat optimism dan kinerja Puan Maharani yang semakin tampak, sepertinya akan diperoleh hasil yang tak akan mengecewakan. Membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berkepribadian budaya. Membangun dan mempersiapkan sumber daya manusia untuk survive dan mempunyai daya saing yang kuat.

Pelaksanaan Pekang Kerja Nyata dan Jambore Revolusi Mental ini merupakan representasi bagaimana upaya dan kerja Puan Maharnai untuk ikut membangun dan memajukan masyarakat Indonesia. Tidak hanya kebutuhannya, tapi sekaligus karakter dan pola hidupnya. Membangun manusia dan kebudayaannya.

  • view 19