Puan Maharani Memulai Gotong Royong Dari Hal Sederhana

Anjay Kusuma
Karya Anjay Kusuma Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 Juli 2017
Puan Maharani Memulai Gotong Royong Dari Hal Sederhana

Puan Maharani Memulai Gotong Royong Dari Hal Yang Sederhana

Memulai gotong royong tidak perlu muluk-muluk. Ia bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana; dari hal-hal yang kecil, meski hanya dengan meretweet cuitan di twitter, share informasi di Facebook, atau akun media sosial yang lainnya. Hal seperti itu dimulai oleh Puan Maharani, dengan cara “memeriahkan” informasi-informasi yang penting agar bisa diketahui oleh banyak orang.

Gotong royong untuk membagikan informasi yang bermanfaat, tentu sekaligus bagian dari upaya untuk menyebarkan nilai-nilai revolusi mental yang sedang digalakkan oleh pemerintah, dimana Puan Maharani menjadi “komandan”nya, sekaligus sebagai perwujudan dari Nawacita sebagai cita-cita pemerintahan Jokowi-JK.

Kalau kita ikuti halaman twitter, atau akun media sosial lainnya milik Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), kita akan menemukan banyak informasi yang tidak hanya berisi informasi sektoral milik Kemenko PMK saja, yang terkait dengan kerja dan prestasi Kementeriannya, tapi juga hasil dari membagikan informasi dari Kementerian, lembaga, atau akun perseorangan lainnya.

Seperti di akun twitter @kemenkopmk, misalnya, banyak kita temukan informasi hasil retweet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kemenko Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenristek Dikti, Keminfo, Kemenpora, Kemenag, bahkan AirNav dan banyak akun lainnya.

Kita bisa membaca hal ini dalam beberapa hal. Pertama, ini adalah bagian dari gotong royong dalam menyebarkan informasi yang penting dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat tersampaikan dan dinikmati. Kedua, ini juga bagian dari fungsi koordinasi dan sinkronisasi Kemenko PMK sekaligus sebagai upaya untuk membuang ego sektoral, termasuk dalam konteks informasi.

Tidak bisa sebuah lembaga, atau pribadi, hanya mempergunakan “dirinya” sendiri sebagai penyampai informasi dan menafikan yang lain sebagai pihak yang juga mampu memberikan sumbangsih informasi. Maka, saling “membagikan” informasi adalah bagian dari konsep gotong royong sebagai salah satu nilai dari revolusi mental. Ketiga, Puan Maharani berusaha untuk memulai revolusi mental dari “diri sendiri”; dari Kementerian yang dipimpinnya. Tak perlu banyak bicara, cukuplah kerja dan prestasi yang menjelaskannya.

Semangat itulah yang kemudian Puan Maharani tularkan terhadap Kementerian yang dipimpinnya sehingga akun-akun media sosial milik Kemenko PMK bisa “lebih meriah” dan lebih informatif karena merupakan hasil dari mengumpulkan informasi penting lain yang berserakan.

  • view 69