Komitmen dan Konsistensi Puan Maharani

Anjay Kusuma
Karya Anjay Kusuma Kategori Inspiratif
dipublikasikan 09 Juli 2017
Komitmen dan Konsistensi Puan Maharani

Puan Maharani, Kerja Membutuhkan Komitmen dan Konsistensi

Tanpa komitmen, setiap kerja akan terasa tak bermakna. Komitmen adalah niat, pada konteks tertentu. Komitmen adalah tanggung jawab. Itulah yang menjadi prinsip Puan Maharani dalam setiap kerja yang dilakukannya. Komitmen kerja Puan Maharani jelas sebagai pengejawantahan prinsip dan pengabdiannya untuk bangsa dan Negara. Maka, komitmen harus menjadi “ruh” dalam setiap kerja dan cita-cita.

Selain mempunyai komitmen, Puan Maharani juga mempunyai konsistensi dalam bekerja. Konsistensi adalah keteguhan untuk benar-benar menyelesaikan yang telah diagendakan. Komitmen dan konsistensi itu adalah dua hal yang tak bisa diabaikan jika menginginkan setiap kebijakan dan program kerja berjalan sesuai rencana.

Konsistensi semacam itu tergambar dari “penjagaan” Puan Maharani terhadap berbagai program yang menjadi agenda atau yang telah diputuskan. Sebagai contoh, Kampung KB adalah program yang diagendakan, dan Kemenko menjaga konsistensi itu dengan mengunjungi dan melakukan pengawasan langsung terhadap beberapa kampong yang telah melaksanakan Kampung KB, seperti di Kabupaten Gowa dan Moras.

Konsistensi untuk mengawasi dan menyukseskan setiap program itu juga tampak ketika Puan Maharani melakukan pendampingan (melalui Kemenko PMK) terhadap pembahasan dan tindak lanjut pengendalian defisit keuangan BPJS Kesehatan, termasuk juga “pengawasan” dan pembentukan gugus tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental seperti yang dilakukan di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Artinya, Puan Maharani memiliki konsistensi untuk tetap konsisten dalam setiap kebijakan yang telah diputuskan dengan melakukan pengawasan, tindak lanjut, dan evaluasi terhadap berbagai program sehingga benar-benar tercapai dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Maka, hal semacam ini bisa dipastikan akan membuat suksesnya setiap agenda yang telah ditetapkan.

Komitmen dan konsistensi ini menjadi prinsip yang (secara konsistensi juga) dipertahankan oleh Puan Maharani dalam memimpin Kementerian yang dipasrahkan kepadanya. Sulit sekali kalau tidak diikuti dengan prinsip tersebut karena untuk Kementerian sekelas Kemenko memerlukan kinerja yang ekstra.

Artinya, tak akan ada sesuatu yang terbengkalai sehingga menjadi kebijakan “basi” dan program yang mangkrak karena setiap kebijakan didasarkan pada komitmen yang kuat serta diikuti konsistensi yang berkelanjutan. Begitulah cara kerja Puan Maharani.

  • view 94