Puan Maharani dan Pengabdian Saat Ramadhan

Anjay Kusuma
Karya Anjay Kusuma Kategori Agama
dipublikasikan 16 Juni 2017
Puan Maharani dan Pengabdian Saat Ramadhan

Puan Maharani memaknai bulan Ramadhan adalah momentum untuk semakin memantapkan ibadah, yang salah satunya adalah menambah semangat untuk bekerja. Kalau semua hal baik dalam Ramadhan menjadi ibadah, maka bekerja pun adalah ibadah. Karena pahalanya akan berlipat ganda, maka dalam bekerja pun harus dilipat-gandakan semangat dan konsistensya. Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan standard etos kerja kita. Begitulah Puan Maharani memaknai kerja dalam konteks Ramadhan kali ini.

Sehingga tidak aneh ketika pada bulan puasa kali ini, Puan Maharani tetap semangat untuk bekerja. Ketika awal-awal puasa, ia masih mendampingi Presiden Jokowi untuk melakukan kunjungan ke Surakarta, lalu beberapa setelah kembali ke Jakarta, Puan Maharani langsung mengikuti rapat koordinasi terkait persiapan Asian Games 2018.

Pada bulan Ramadhan juga, Puan Maharani melakukan kunjungan ke Korea Selatan untuk “menimba ilmu dan pengalaman” terkait Asian Games 2018, sekaligus melakukan kerja sama dan kunjungan ke beberapa tempat untuk belajar dan sebisa mungkin juga diterapkan di Indonesia. Termasuk juga rapat-rapat koordinasi dan kunjungan kerja yang dilakukannya untuk memastikan semuanya berada pada jalur yang diharapkan.

Puasa, Puan Maharani tetap semangat bekerja.

Tidak hanya itu, dalam lingkungan Kementerian yang dipimpinnya, terlihat jelas suasana bulan ramadhan yang penuh berkah. Untuk ikut menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan ibadah, Puan Maharani (melalui Kementerian yang dipimpinnya) melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti buka puasa bersama dan bantuan untuk anak yatim, termasuk juga pelaksanaan Bazar Ramadhan 1438 H yang bertempat di halaman depan Kemenko PMK.

Seperti diketahui, Kemenko PMK mengadakan Bazar Ramadhan 1438 H (15-16 Juni 2017) yang sifatnya tahunan. Desain acara yang menarik karena diawali dengan Tarian Rapa’I Galeng. Bazar Ramadhan ini, sesuai dengan tujuan awalnya adalah untuk membantu pemenuhan kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri. Selain itu ada bantuan sembako dan santuan untuk anak yatim, pemberian beasiswa tidak mampu, serta penyerahan voucher belanja kepada pegawai di lingkungan Kemenko PMK.

Bagi Puan Maharani, jabatannya adalah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Maka, pengabdian itu seharusnya menjadi lebih purna ketika Bulan Ramadhan menyapa karena pahala yang didapatkan akan berlipat ganda. Ikhlas mengabdi, itulah Puan Maharani.

  • view 45