Puan Maharani Pintar: Maksimalisasi Pendidikan Vokasional

Anjay Kusuma
Karya Anjay Kusuma Kategori Inspiratif
dipublikasikan 07 Juni 2017
Puan Maharani Pintar: Maksimalisasi Pendidikan Vokasional

“Kunci sukses pendidikan vokasi adalah keterserapan lulusannya” (Puan Maharani)

Statement ini diungkapkan oleh Puan Maharani ketika melakukan kunjungan ke Seoul Institute of Technology and Education (SITE) di Seoul, dalam rangkain kunjungan kerjanya di Korea Selatan. Pernyataan tersebut untuk menggambarkan kesuksesan Korea Selatan dalam melaksanakan pendidikan vokasi, sekaligus ungkapan atas realitas pendidikan vokasi di Indonesia yang masih jauh panggang dari apinya.

Untuk itulah, upaya maksimalisasi pendidikan vokasional dalam dunia pendidikan kita, akhir-akhir ini, begitu getol dilakukan oleh pemerintah, terutama ketika baru saja direlease sebuah program Revitalisasi SMK yang diinisiasi oleh Puan Maharani karena pendidikan vokasi adalah cara terbaik untuk meningkatkan daya saing dan keterserapan kerja.

Hal ini menemukan momentumnya, terutama ketika Puan Maharani melakukan kunjungan ke salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan vokasional di Seoul tersebut. Puan Maharani bersama rombongan bisa melihat fasilitas serta berbagai proses dan program pendidikan yang dilaksanakan.  Tidak hanya transfer of knowledgenya saja, tapi Puan Maharani juga bisa belajar tentang bagaimana memperlakukan para lulusannya di dunia kerja.

Apa yang didapatkan dari kunjungannya tersebut tentu saja sangat bermanfaat, terutama dalam rangka memunculkan sebuah kesadaran, bahwa pendidikan vokasional yang sukses dapat dilihat dari keterserapannya dalam dunia kerja. Sehingga penting untuk menciptakan sebuah sistem pendidikan yang mengintegrasikan peran dari berbagai stakeholder (terutama pemerintah dan dunia usaha) guna mendukung terciptanya sinergitas yang mutual. Hal itu sudah dilakukan oleh Puan Maharani, setidaknya dalam upayanya mendukung program revitalisasi SMK.

Sistem menjadi penting untuk menyiapkan lulusan yang “siap pakai”. Jejaring dan interkoneksi antar lembaga dan kepentingan sebagai sarana untuk menyiapkan “tempat pakai”. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai sebuah kesatuan.

Upaya maksimalisasi pendidikan vokasional yang dilakukan oleh Puan Maharani, tentu saja melalui Kemendikbud dalam hal ini, adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk mempersiapkan generasi-generasi yang siap bersaing dalam dunia global melalui modal kompetensi dan kemampuan faktual di lapangan. Dengan kompetensi tersebut, para lulusan akan memiliki bekal untuk bersaing dalam dunia kerja, atau di tempat kerja yang sudah disediakan melalui jejaring dan interkoneksi tadi.

Bagi Puan Maharani, maksimalisasi pendidikan vokasional harus memastikan keterserapan para lulusannya dalam dunia kerja; bukan malah menjadi pengangguran, beban sosial, dan beban negara. Itulah yang menjadi semangat dari Puan Maharani dalam konteks pendidikan.

  • view 51