Puan Maharani: Capaian Kerja dan Prestasi Yang Meningkat

Anjay Kusuma
Karya Anjay Kusuma Kategori Politik
dipublikasikan 03 April 2017
Puan Maharani: Capaian Kerja dan Prestasi Yang Meningkat

Beberapa waktu yang lalu, indonesiatoday.com merilis sebuah berita yang diambil dari release hasil survei Indobarometer terhadap kinerja menteri Kabinet Kerja, khususnya yang berasal dari PDI Perjuangan. Dari limakader PDI P yang menjadimenteri, tidaksatuorangpun yang dinilaipublikkinerjanyamasuk lima besarterbaik. Hasiltersebutdidapatdaririlis Indo Barometer yang melakukansurveipadatanggal 4-14 Maret 2017. Sampel yang diambildari 34 provinsidenganjumlahrespondenmencapai 1200 orang, dan margin of error nya 3 persenpadatingkatkepercayaan 95 persen.

Dalamsurveitersebut, ternyatanamaPuan Maharani menjadimenteriasal PDI P yang paling tinggitingkatkepuasanpublik. Puanmeraih 4,3persen, sedangkan Tjahjo Kumolo hanya 1,6 persendanYasona 0,9 persen. UntukPramonodanAnakAgungmalahmasukkategoritidakhafalnamanyadantidakmenjawab.

Mengejutkan dan tidak mengejutkan, dari hasil survei itu, bahwa Puan Maharani mendapatkan hasil yang paling tinggi di antara menteri lain yang berasal dari PDI-P. Tidak mengejutkan, karena kita tahu, bahwa selama ini Puan Maharani adalah satu di antara sekian menteri yang bekerja, meski senyap tanpa media dan tidak diliputi kebijakan-kebijakan yang “menggebrak meja” seperti halnya kebijakan Susi Pudjiastuti.

Puan Maharani, lebih memilih untuk menyelesaikan dan mengupayakan beberapa hal urgen terkait pembangunan manusia dan kebudayaan Indonesia melalui strategi yang sudah dipersiapkan, dan tentu saja berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Kita tak perlu berbicara kebijakan yang “heboh” lalu disiarkan secara “sadis” di media, tapi yang perlu kita perhatikan adalah, bagaimana keberhasilan Puan Maharani bekerja untuk melakukan koordinasi dan pendekatan terhadap seluruh kementerian yang ada di bawah tanggung jawabnya, sebagai Menko.

Banyak orang yang lupa, bahwa posisi sebagai Menteri Koordinator tidak bisa disamakan dengan menteri-menteri yang bukan Menko. Sehingga kita bisa memahami, mana kementerian yang sifatnya teknis dan secara langsung bersentuhan dengan realitas di lapangan, dan mana kementerian yang tugasnya melakukan koordinasi antar kementerian yang berkaitan. Sehingga, posisi Puan Maharani, tidak bisa kita harapkan sama secara teknis dengan Kemenag atau Kemensos, misalnya, meskipun keduanya ada di bawah garis koordinasi Kemenko PMK.

Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Pemberian Makanan Tambahan(PMT), Pemberian Bantuan Non-Tunai, angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan menurun, bahkan yang paling rendah selama beberapa tahun terakhir; adalah satu dari banyak program dimana Puan Maharani menjadi sosok penting dibalik kesuksesannya. Memang bukan urusan teknis dari Kemenko PMK, tapi keberadaan Puan Maharani mampu membuat program itu secara koordinatif berjalan sesuai pengejawantahan yang diinginkan oleh Presiden Jokowi.

Belum lagi kalau kita berbicara persiapan Asian Games 2018 dimana kita sering melihat Puan Maharani wara-wiri melakukan kunjungan langsung ke lapangan dan melakukan rapat-rapat untuk memastikan persiapan dan kesiapan Indonesia menghelat event berskala internasional tersebut.

Sehingga, dalam konteks ini, tidak mengejutkan bagi kita ketika ada hasil survei yang memosisikan Puan Maharani sebagai menteri terbaik, meskipun hanya dalam skala internal PDIP ketika kita sejenak mau melihat kinerja dan prestasi Puan Maharani yang tidak bisa dianggap sebelah mata.

  • view 40