Pengabdian Puan Maharani Untuk Bangsa Indonesia

Anjay Kusuma
Karya Anjay Kusuma Kategori Politik
dipublikasikan 30 Maret 2017
Pengabdian Puan Maharani Untuk Bangsa Indonesia

Puan Maharani mulai menunjukkan bukti kerjanya yang memberikan sumbangan signifikan terhadap kemajuan bangsa kita. Mulai dari angka kemiskinan dan pengangguran yang menurun. Angka kesenjangan mulai bisa dipersempit serta tugasnya yang secara khusus mengawal revolusi mental. Dalam banyak kesempatan, Puan Maharani tidak hanya tampak sebagai pengawal Presiden, tapi juga memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, bantuan non-tunai sudah diperkenalkan, juga mulai dibagikan. Termasuk bantuan yang diberikan kepada para yatim piatu. Semua kerja itu adalah bagian dari membangun manusia. Paling tidak, sustainibility dan resiliensi masyarakat semakin meningkat.

Artinya, kita tak perlu lagi menyangsikan kerja Puan Maharani, karena keseluruhan hidupnya adalah bagian dari pengabdian untuk bangsa dan negara. Termasuk juga keberhasilannya mengordinasikan kementerian-kementerian yang menjadi tanggung jawabnya secara struktural, yang menunjukkan nilai dan pengakuan oleh masyarakat karena kinerjanya yang tetap sasaran dan memberikan sumbangan signifikan terhadap kehidupan masyarakat pada level grassroot.

Kerja Puan Maharani tentu tidak bisa hanya sekedar dilihat dari “sumbangan” semata, tapi dengan pemberian itu, adalah bagian dari tanggung jawab dan kehadiran pemerintah untuk memberdayakan rakyatnya. Dunia pendidikan menjadi terjangkau, sehingga masa depan Indonesia yang berada di tangan pemuda akan lebih baik karena pendidikan bisa dinikmati oleh siapa pun. Kesehatan juga tak luput dari perhatian karena sehat menjadi salah satu kunci untuk membangun bangsa dan negara. Dalam pembangunan yang sukses dan cemerlang, ada jiwa-jiwa yang sehat yang ikut berperan.

Program bantuan bagi keluarga juga menjadi kunci pembangunan bangsa karena dalam keluargalah karakter dan peribadi manusia Indonesia dibentuk, selain melalui pendidikan formal. Artinya, membangun bangsa, harus dimulai dari keluarga. Karena dalam keluargalah harapan-harapan itu tersemai. Disinilah Program Keluarga Harapan menemukan urgensi substantifnya. Pemberian makanan dengan tambahan gizi juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya membangun manusia Indonesia masa depan yang berdasa saing global.

Kerja keras dan cerdas Puan Maharani, ditambah dengan nilai plus lainnya, yaitu integritasnya yang tinggi, terutama sebagai Jenderal Lapangan untuk menegakkan semangat Revolusi Mental. Puan Maharani, tidak pernah terlibat atau disangkut-pautkan dengan kasus kriminal tertentu, apalagi kasus korupsi. Kehidupannya, yang seriap hari berada di lingkungan yang memungkinkan siapa pun kalap mata dan culas, tapi Puan Maharani tetap konsisten dan menjaga integritas yang dimilikinya.

Di tengah ramainya politisi yang namanya disebut-sebut dalam lingkaran kasus korupsi tertentu, nama Puan Maharani sama sekali tak pernah tersentuh sekalipun dalam kasus kecil sekalipun, apalagi kasus-kasus korupsi. Ditengah gencarnya KPK dan penegak hukum untuk memberangus segala bentuk kejahatan, kita tak pernah mendengar Puan Maharani tersangkut dalam kasus tertentu yang bisa meruntuhkan nama baiknya. Itu saja sebenarnya sudah menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi Puan Maharani, sebagai politisi yang tak tergiur dengan kenikmatan sesaat dengan mengorbankan nasib rakyat.

Artinya, berbicara Puan Maharani, tentu saja bukan hanya persoalan kinerja dan kerjanya yang nyata dan cerdas, tapi juga soal sosoknya yang bersih dan berintegritas.

  • view 94