BENAR BISA KALAH, TAPI BENAR TIDAK BISA SALAH

BENAR BISA KALAH, TAPI BENAR TIDAK BISA SALAH

Anita Ningrum
Karya Anita Ningrum Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Mei 2017
BENAR BISA KALAH, TAPI BENAR TIDAK BISA SALAH

Kalo teman-teman lewat Juanda, Depok, dari Margonda menuju Cisalak, pada sebuah dinding pembatas tol, selepas jembatan kedua, sebelum belokan menuju arah Perindustrian, Kelapa Dua (jelas amat deskripsinya), teman-teman akan menemukan jalan menuju rumah saya, eh, teman-teman akan menemukan tulisan ini dinding tersebut:

BENAR BISA KALAH, TAPI BENAR TIDAK BISA SALAH.

Tiap kali melewati dinding pembatas tersebut dan membaca mural tersebut, pikiran saya selalu menerabas ke mana-mana. Terlepas dari demi apa tulisan itu dibuat di sana.

Ah, apa yang bisa kita harapkan dari dunia sih?
Keadilan? Kebenaran? Hal-hal baik lainnya?

Oh, bukan, bukan untuk pesimis dan kemudian hidup tanpa memperjuangkan apapun. Tapi memang sekadar untuk menghindarkan ekspektasi terhadap dunia dan seisinya saja.

Coba hitung berapa "seharusnya" yang sering terlontar dari lisan kita. Kalau banyak, berarti sebanyak itu pula harapan kita yang tidak seiring dengan realita.

Kenapa?
Ya, dunia. Fana. Bias.

Saya sering berpikir mekanisme dunia ini berjalan berbeda.
Gak semua orang baik hidupnya berjalan baik, dan banyak orang jahat yang hidupnya baik-baik saja. Karena lagi-lagi, saya pikir, mekanisme dunia ini jalannya gak cuma dua sisi: baik-buruk.
Entah Tuhan mau menyelipkan pembelajaran apa dalam kondisi yang anomali dan kontradiktif tersebut.
Yang jelas kalo kata beberapa orang, kalo mau nyari keadilan ya gak di sini tempatnya.
Alhamdulillah klo dapat, kalo nggak ya biar mekanisme lain saja yang nanti berlaku..

Kita cuma bisa apa? USAHA.
Kalo cukup religius, tambah berdoa.
Udah. Selesai.
Urusan hasil? Pasrah aja.

Jadi kalo kita merasa dunia ini kok serba nggak banget, ingat aja ada mekanisme pascadunia yang katanya serba adil.
Kalo gak percaya mekanisme pascadunia itu, ya sebisa mungkin cari remah-remah roti yang ditebar Semesta.
Biar ringan, biar lapang.

  • view 118