FILASOFI JATUH CINTA

FILASOFI JATUH CINTA

Anita Rahayu
Karya Anita Rahayu Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 18 Desember 2017
FILASOFI JATUH CINTA

Bab 2 : Sakit Gila no 22

 

         Setan alas itu kembali menelpon ku, dan ini telpon yang ke 5 di jam sibuk kantor. Aneh nya aku selalu mengangkat telpon nya sambil ketus namun sulit mengakhiri telpon dengan Ken. Kami bak saudara kembar yang tertukar. Ken dan aku teman dari SMA namun terpisah saat kuliah. Ken memilih kuliah di Solo dan focus pada jurusan IT dan creativepreneur.Sedangkan aku memilih jurusan semua umat, keuangan umum dan perbankan. Aku dan Ken memang tak kerja pada satu perusahaan namun kami sering sekali bertelpon atau sekedar video call setiap hari. Nasib dan hidup kami bak tertukar, mulai minat dan bakat, jurusan kuliah dan pekerjaan. Ken baru saja dipromosi sebagai staff keuangan dan aku tukang tarik kabel internet di langgar perusahaan kardus. Karna itu, seringkali dia konsultasi pada ku dan sebaliknya. Seringkali aku membaca novel-novel penulis ulung terkemuka itu, hidup itu sporadis, lama ku maknai kata-kata itu sampai kusadari nasib manusia seperti hantaman meteorit pada galaxy bima sakti. Mungkin karna itu juga, karna pandangan yang sama tentang nasib; ibu memberi ku nama Bima Sakti. Aku tak pernah bertanya pada Ibu, hanya baru saja lamunan ini membuat ku berfikir gila. Biasa gila yang begini jenis gila no 22, indikasi nya mencampurkan semua logika dalam 1 lamunan. Obat nya, ambilah air wudhu setelah nya kerjakan salat.

 

Bab 3 : Test, Hy

                Gemilang nama anak itu, rajin bukan main. Sudah 21 hari dia tinggal di Jogja namun serasa sudah bertahun-tahun. Seperti namanya, dia tampak gemilang. Postur tubuh nya memang tidak tegap seperti laki-laki seumuran nya, tapi apapun akan dilakukan nya selama itu menghasilkan uang. Dia diberi tumpangan tidur dan makan sehari tiga kal oleh Mbah Kisman, pemilik kost elite ini sebelum  dia mendapat pekerjaan. Mbah Kisman bertemu Gemilang di stasiun Giwangan, saat mengantar cucu nya yang akan kembali ke Solo. Pagi-pagi, Gemilang sudah menimba air dari sumur belakang rumah Mbah Kisman, lalu mengaduk campuran dedak dan nasi sisa semalan untuk dimakan bebek, setelah nya dia menawarkan membersihkan kamar-kamar para warga kost dan biasa diupahin 15 ribu. Aku memang jarang memakai jasa Gem, biasa ku panggil dia. Namun semenjak aku kursus bahasa Jawa, ku serahkan mandat mencuci baju-baju ku pada Gemp. Ku upahin 15 ribu dan 2 batang rokok, dia tampak semangat ku liat dari cara dia melintingkan rokok itu.
                Baru saja aku mau berangkat, Gembulan panggilan ku pada gem jika dia tak lagi-lagi berhenti menghisap ingus nya dalam-dalam masuk ke kamar ku. Ahh kali ini dia menarik panjang ingus nya, tersisa sedikit di pinggir hidung.
“ ini mas.. saya nemu ini di saku baju takwa mas.. sepertinya sangat penting”
                Ku ingat-ingat kartu nama siapakah ini? Kenapa terselip di kantong baju takwa ku. Penasaran dengan 12 digit nomor yang ditulis dengan gaya tulisan comic sans disudut kanan , dibawah nya tertulis Sales Supervisor, biar ku tebak dari nama dan kombinasi no handphone, orang ini pasti sangat ramah dan cantik, senyum nya pasti lebar bak mascot promosi toko baju kenamaan kota ini.
                Iseng, ku simpan nomor handphone wanita itu, “Rain Kartu Nama” dan otomatis tersimpan pada kontak whatsapp ku. Pasti kalian tahu, apa selanjutnya yang akan ku lakukan, tapi betapa kecewa nya aku melihat foto profile nya; daftar harga mobil dan promo TDP 12 juta. “Rain Kartu Nama” pun ku ganti menjadi “Rain Sales Mobil”.
                “ Test, hy” ketik ku singkat
                Aku menunggu 2 hari tapi tak berbalas

  • view 118