Puan Maharani; Di Tangan Pemuda Kemajuan Bangsa

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Desember 2017
Puan Maharani; Di Tangan Pemuda Kemajuan Bangsa

Puan Maharani selalu berbicara antusias jika itu menyangkut pemuda. Ia selalu nampak tergugah dengan keberadaan pemuda. Harapannya begitu tinggi bahwa pemuda adalah harapan bangsa. Oleh karena itu, dia selalu berbicara dan meyakinkan kepada pemuda betapa pentingnya beberapa hal dimiliki oleh mereka.

Pertama, pemuda harus memiliki kesiapan mental. Apa yang dimaksudkannya Puan Maharani sebagai mental barangkali mirip dengan apa yang diistilahkan sebagai kecerdasan emosional. Kecerdasan ini adalah suatu hal yang penting dimiliki oleh kaum muda. Daya tahan menghadapi situasi yang tak selalu nyaman, rumit, membuat kaum muda harus memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Kedua, Puan Maharani menekan pentingnya kesiapan spiritual. Kesiapan spiritual barangkali adalah kecerdasan spiritual – yang di dalam konsep ESQ-nya Ary Ginanjar begitu penting dimiliki oleh siapapun. Kesiapan spiritual adalah benteng yang menjadi penguat pegangan moral. Puan Maharani menyadari bahwa agama adalah salah satu yang memungkinkan kaum muda untuk memagari dirinya dari kesenangan-kesenangan yang sebenarnya dapat membawanya jatuh pada hal yang buruk.

Puan Maharani menyadari bahwa di beberapa negara, kehancuran moral yang disebabkan oleh tiada memiliki ketahanan spiritual membuat para pemuda jatuh pada kehidupan yang buruk. Dalam keadaan seperti itu, apa yang bisa diharapkan dari kaum muda. Oleh sebab itu, di sinilah relevansinya ungkapan Puan Maharani mengapa kaum muda harus membekali dirinya dengan kesiapan mental.

Tetapi selain kecerdasan emosional dan spiritual sebagai benteng penting bagi kaum muda, Puan Maharani juga tidak melupakan dua hal yang terakhir: pengetahuan dan keterampilan. Dengan keduanya ini, pemuda bisa benar-benar bermanfaat bagi bangsanya. Oleh sebab itu, keinginan yang besar untuk belajar (menggeluti ilmu pengetahuan) haruslah dimiliki oleh kaum muda. Peradaban-peradaban besar tak lepas dari keberadaan masyarakatnya yang mencintai ilmu pengetahuan.

Beberapa poin di atas menurut Puan Maharani sangatlah penting terutama dalam situasi persaingan global. Para pemuda berada di dalam arus persaingan global. Tanpa bekal kecerdasan emosional, spiritual, pengetahuan dan keterampilan, kecil kemungkinan dapat bersaing dalam situasi ini.

***

Bahwa kaum muda adalah harapan besar bagi sebuah bangsa bukanlah sekedar kata-kata yang klise.

Dengan membaca sejarah, Puan Maharani mengetahui bahwa banyak sekali peranan kaum muda yang terbukti baik bagi kemajuan bangsa ini. Semangat dan keberanian juga idealisme seringkali merupakan karakter-karakter yang lebih banyak dimiliki oleh kaum muda. Kata-kata Soekarno hingga kini masih sering terdengar dan menggugah.

Terlebih kita sadar bahwa jumlah pemuda Indonesia sekitar 65 juta atau 25% penduduk. Angka ini jelas menunjukkan bahwa kaum muda cukup banyak dan mereka memiliki peran strategis mendorong kemajuan bangsa. 

  • view 48