Koordinasi Kerja dan Kepedulian Puan Maharani

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 24 Desember 2017
Koordinasi Kerja dan Kepedulian Puan Maharani

Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menunjukkan perhatiannya yang tinggi pada penyandang disabilitas dan lansia. Dua hal ini memang membutuhkan khusus dari pemerintah. Mereka patut mendapat perhatian dan bantuan agar mereka setidaknya bisa menjalani hidup secara optimis. Terkhusus bagi penyandang disabilitas, mereka tentu saja merasakan tekanan psikologis. Keberadaan mereka yang berbeda dari orang-orang yang biasanya adalah tekanan tersendiri. Itu sebabnya, perhatian khusus dan upaya pemberdayaan menjadi hal penting.

Perhatian dan keprihatinan itu haruslah diwujudkan dalam suatu bentuk konkrit pemberdayaan atas mereka. Terlebih ini berlaku pada Puan Maharani yang memang bertugas sebagai pelayan negara dan rakyat. Para penyandang disabilitas dan orang-orang yang lansia adalah warga negara. Maka sudah sepatutnya bila Puan Maharani mengambil tindakan nyata upaya pemberdayaan atas mereka.

Dalam upayanya mewujudkan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas dan orang-orang lansia ini, Puan Maharani melakukannya dengan kerja yang sistematik dan efektif. Di dalam kementerian Kemenko PMK, ada Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia. Deputi ini berada di bawah Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial.Melalui deputi ini, Puan Maharani terbantu untuk mewujudkan program-program pemberdayaan atas disabilitas dan lansia.

***

Pada Rabu siang 29 November 2017, demi segera mengeksekusi program penting yang ditegaskan oleh Puan Maharani selaku Menko PMK, Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia pada Kedeputian bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK menggelar rapat koordinasi lanjutan untuk membahas perkembangan terkini penyaluran Program Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) dan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) secara non tunai (kemenkopmk.go.id).

Tb. Achmad Choesni membuka rapat koordinasi tersebut. Tb. Achmad Choesni adalah Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK. Adapun sesi diskusi dipandu oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia: Ade Rustama. Beberapa yang hadir dalam rapat ini dapat dicatat diantaranya: perwakilan dari Direktorat Lansia Kemensos, Direktorat Disabilitas Kemensos, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Rakyat Indonesia (BNI) (kemenkopmk.go.id).

Sebagai bagian instruksi dari Puan Maharani, rapat yang dipimpin oleh Tb. Achmad Choesni membicarakan dan menghasilkan beberapa poin penting. Pertama, ASPDB diberikan kepada 22.500 penyandang disabilitasi berat. Kedua, masing-masing akan menerima Rp300 ribu per bulan bulan di 34 Provinsi, 366 Kabupaten/Kota, 4.407 Kecamatan. Di dalam rapat ini juga dibicarakan beberapa kriteria penerima ASPDB yang antara lain (i) penyandang disabilitas berat berusia 2 hingga 59 tahun; (ii) disabilitasnya tidak dapat direhabilitasi; dan (iii) hidup bersama keluarga miskin.

Tentu saja dalam penyalurannya, terdapat tahapan-tahapan penting yang harus dilalui. Tetapi sebagaimana sebuah ikhtiar kepedulian sosial – seperti disampaikan oleh Puan Maharani, wujud nyata dari tindakan ini semoga benar-benar membantu bagi mereka penyandang disabilitas berat dan mereka yang berada pada kategori lanjut usia terlantar.

  • view 127