Kampanye Revolusi Mental Puan Maharani; Positive Social Media

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Budaya
dipublikasikan 21 Desember 2017
Kampanye Revolusi Mental Puan Maharani; Positive Social Media

Kampanye Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dikomandoi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani kian jauh menyisir perihal kecil (tapi penting) lainnya. Bila di masa-masa awal, GNRM menyasar dan mengubah (menjadi) lebih baik kinerja dari birokrasi agar pelayanan publik makin baik, menggugah mereka agar bekerja dengan baik dan menciptakan iklim kerja yang menyenangkan. Kini GNRM menyentuh kian luas.

Terbaru, GNRM ini menyentuh masyarakat pengguna media sosial. Yang diupayakan oleh Kemenko PMK Puan Maharani, melalui Seskemenko PMK, YB Satya Sanaugraha, adalah memberi penghargaan kepada para pelajar yang menggunakan secara sehat dan positif media sosial. Penghargaan tersebut diberikan kepada pelajar menengah di 34 provinsi (Senin, 18/12).

GNRM – yang dikomandoi oleh Puan Maharani – tidak hanya memberikan penghargaan kepada pelajar. Sebelumnya – masih dalam satu rangkaian dengan acara pemberian penghargaan sehat dan cerdas bermedsos – GNRM memberikan pelatihan singkat kepada mereka tentang bagaimana menggunakan (secara positif) media sosial. Setelah itu, para pelajar juga memviralkan aksi nyata GNRM dalam akun media sosial.

Mengapa pelatihan ini penting? Sejalan dengan visi besar Revolusi Mental yang digaungkan Presiden Jokowi dan kemudian diterjemahkan kedalam wujud aksi nyata Puan Maharani, GNRM bertujuan menggugah, mengubah dan mewujudkan kebudayaan yang baik. Disadari mewujudkan kebudayaan yang baik di dalam masyarakat tidaklah perkara instan: butuh proses, upaya-upaya kecil yang intens dan terus-menerus. Ungkapan sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit adalah suatu ungkapan bijaksana yang tampaknya relevan dengan ikhtiar GNRM ini.

Di era media sosial ini, kita menyadari betapa begitu mudahnya orang-orang berbicara dan menyalurkan segala ekspresinya dengan mudah dan menjadi konsumsi publik. Era media sosial kian mengurangi ruang-ruang privat sebab hampir dalam banyak hal dari aktifitas kita direkam dan diposting di media sosial sehingga menjadi konsumsi publik. Persoalannya, tak sedikit yang tidak cerdas dalam menggunakan media sosial. Mereka menggunakan media sosial secara tidak sehat, tidak positif dan kadang media sosial menjadi ajang semau-mau mereka untuk mengekspresikan berbagai macam hal yang tidak baik dikonsumsi publik.

GNRM bertujuan mengingatkan dan menggugah kesadaran warga pengguna media sosial bahwa penting memikirkan apa yang baik dan tidak baik untuk dibagikan kepada publik. Terutama pelatihan ini diberikan kepada para pelajar, sebab GNRM menyadari bahwa kaum pelajar hendaknya lebih mengerti dan mereka menjadi bagian dari gerakan sehat dan cerdas menggunakan media sosial. Pelajar adalah sebagian besar kaum muda yang diharapkan menjadi pemimpin di masa depan.

Bila kaum muda dan pelajar tergugah kesadarannya untuk menggunakan media sosial secara sehat dan positif, juga memviralkannya kepada publik. Bukan tidak mungkin perubahan demi perubahan akan terlihat lebih cepat. Kembali mengenang semangat Puan Maharani tentang GNRM ini: gerakan ini menyasar hal-hal kecil tapi penting dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan-perubahan besar tidak mungkin lahir tanpa dimulai dari perubahan-perubahan kecil yang terus-menerus.

  • view 181