Puan Maharani; Tentang Indonesia yang Berkomitmen Eliminasi TB

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Kesehatan
dipublikasikan 17 November 2017
Puan Maharani; Tentang Indonesia yang Berkomitmen Eliminasi TB

Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mencapai Penghapusan TBC pada tahun 2030 sebagai bagian dari Agenda Pembangunan Nasional

(Puan Maharani)

i

Kutipan dari pernyataan Puan Maharani di atas merupakan penegasan tentang komitmen pemerintah dalam memerangi penyakit berbahaya dan menular bernama TBC yang disampaikan dalam First Global Ministerial Conference Ending TB in the Sustainable Development Era yang dibuka oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan dihadiri oleh 75 Menteri Kesehatan dan lebih dari 900 delegasi dari lebih dari 100 negara..

Memang seharusnya kepedulian pemerintah pada kesehatan adalah sesuatu yang mesti terus-menerus dilakukan. Terutama pada penyakit TB yang sangat berbahaya ini. Upaya dini untuk mengatasinya memang adalah langkah yang perlu. Kita tahu penyakit ini memerlukan langkah-langkah yang aktif. Pemerintah perlu menemukan mereka yang terkena ini dengan cara-cara yang aktif melalui – salah satunya pendekatan keluarga.

Dalam keterangannya di acara diskusi ini, Puan Maharani mengatakan bahwa pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengeliminasi TB ini. Langkah-langkah detail tentang beberapa hal mengeliminasi TB diantaranya: (i) upaya penerapan strategi keluar bantuan eksternal untuk pengendalian TB; (ii) melaksanakan skema jaminan kesehatan nasional dan perlindungan sosial; (iii) melakukan pendekatan kesehatan keluarga dan masyarakat; (iv) membangun strategi gabungan publik-swasta berbasis kabupaten; (v) mempraktekkan penemuan dan kemitraan aktif, dan (vi) melibatkan kebijakan inovatif dalam pengendalian TB.

Inilah enam kunci yang dipilih dan dianggap efektif dalam mengeliminasi TB. Keenam kunci diyakini mampu memperbaiki akses dan jangkauan kasus TB yang sebelumnya belum atau susah terjangkau.

ii

Tetapi selain keenam kunci di atas, Puan Maharani juga menyebutkan beberapa upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah: (i) Pendekatan Keluarga dan (ii) “Gerakan Indonesia Sehat.

Pertama, Pemerintah telah menerapka Program Indonesia Sehat berbasis pendekatan keluarga. Pendekatan ini dilakukan dengan cara mengadakan kunjungan ke rumah untuk melakukan beberapa hal: (i) screening dan menemukan terkena TB, (ii) melihat faktor risiko dan perilaku keluarga dalam penularan TB, (iii) melakukan edukasi dan (iv) melakukan pemantauan kepatuhan minum obat.

Pendekatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan penemuan, pencegahan dan promosi eliminasi TB. Dengan cara ini diharapkan misi untuk mengeliminasi TB secara terus-menerus benar-benar menemukan hasil yang maksimal.

Selain pendekatan berbasis keluarga, pendekatan kedua adalah “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”. Pendekatan ini bergerak dengan cara mendorong masyarakat agar mereka mau berperilaku hidup sehat. Mereka harus terbebas dari kemungkinan penyakit yang berbahaya. Mereka harus terbebas dari sekecil-kecilnya penyakit. Dan cara membiasakan hidup sehat adalah salah satu cara meminimalisir kemungkinan penyakit menimpa diri mereka.

Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M (K) yang turut bersama Menko PMK menghadiri Konferensi ini, juga memberika beberapa pendapatnyanya. Dia menegaskan tentang pentingnya kolaborasi multi-sektor: pemerintah pusat dan daerah, bisnis, dan masyarakat sipil serta berbagai pemangku kepentingan lainnya harus saling bahu-membahu, bersinergi untuk bersama-sama mengakhiri TB. Dengan kata lain, elemen-elemen yang disebutkan tadi harus menjadikan TB sebagai urusan bersama.

Dengan cara ini, komitmen eliminasi TB akan berjalan dengan lebih baik.

  • view 126