Nawa Cita dan Kerja Nyata Puan Maharani

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 22 September 2017
Nawa Cita dan Kerja Nyata Puan Maharani

‘Nawa Cita’ atau sembilan harapan merupakan agenda prioritas yang diusung oleh Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK. Program ini digagas untuk memperjuangkan cita-cita leluhur bangsa ini, para pejuang dan para founding fathers yang telah memberikan pengabdiannya demi Indonesia ini. Oleh sebab itu, Nawa Cita mengejawantahkan harapan-harapan dari kemerdekaan demi kesejahteraan rakyat.

Dalam mengupayakan keberhasilan agenda prioritas Nawa Cita ini, kerja bersama seluruh aparatur negara sangatlah penting demi cita-cita melayani rakyat, demi kesejahteraan rakyat. Diantara program Nawa Cita, sasaran dan targetnya berhubungan dengan bidang pembangunan manusia yakni Kemenko PMK di bawah Puan Maharani. Melalui fungsi KSP (Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian), Puan telah bekerja nyata berkoordinasi dengan kementerian-kementerian dan lembaga di bawahnya dalam menyukseskan agenda Nawa Cita tersebut.

Dalam rangka keberhasilan mengawal program dari ‘Nawa Cita’, Puan selaku Menko PMK, memang sering menegaskan pentingnya kerja nyata. Dia mengatakan: “Demi terwujudnya nawa cita kita semua butuh kerja nyata, program prioritas bidang pembangunan manusia dan kebudayaan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.”

Apa yang disebut sebagai kualitas hidup manusia Indonesia tak lain mencakup: jaminan pemenuhan kebutuhan dan pelayanan dasar; penanggulangan kemiskinan; dan perlindungan anak, perempuan serta kaum marjinal. Persoalan ini tentu masih merupakan kerja yang belum selesai. Masih banyak orang-orang yang standar hidupnya tidak layak. Persoalan pemenuhan kebutuhan dasar mereka masih belum layak dan mereka terlunta-lunta.

Juga selain itu, persoalan kemiskinan masih menjadi persoalan. Kita juga masih menyaksikan informasi-informasi yang bertaburan bahwa anak-anak masih banyak anak-anak yang terlantar. Persoalan demi persoalan ini tentu saja tidak boleh kita ingkari. Pemerintah terus bekerja demi mengatasi persoalan ini. Dan Puan Maharani – selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) – terus mengawal kerja nyata ini demi mencapai target yang telah dicanangkan.

Untuk menekankan kerja nyata- kerja nyata ini, Puan Maharani memperoleh kepercayaan untuk mengomandani revolusi mental ini. Melalui instrumen revolusi mental ini, dia telah mampu menghadirkan etos kerja diantara aparat negara. Revolusi mental memang bukan slogan besar tapi cukup mampu membuat perubahan-perubahan kecil, meningkatkan etos kerja, membawa pada paradigma yang kuat untuk menjadi pengabdi pada negara dan pelayan bagi rakyat.

Sampai sejauh ini, revolusi mental Puan Maharani telah menggema di berbagai daerah. Suara-suara yang menekankan pentingnya ‘kerja nyata’ menggaung di dalam pemerintahan di daerah-daerah. Kita tentu berharap ini adalah pertanda yang baik ke depan. Bahwa negara kian mantap menjadi pelayan bagi masyarakat.

Sekali lagi, menuju keberhasilan ‘Nawa Cita’, kerja nyata adalah sebuah kemestian nyata. Dan Puan Maharani telah menegaskan ini berkali-kali: melalui ucapan dan tindakan.

  • view 31