Puan Maharani Meyakini Beberapa Kontribusi Indonesia

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 September 2017
Puan Maharani Meyakini Beberapa Kontribusi Indonesia

Puan Maharani yang dipercaya mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakinkan kita bahwa keterlibatan Indonesia dalam KTT OKI memiliki tujuan yang jelas. Salah satunya menjalin kerjasama dan mengambil pelajaran dari negara-negara yang lebih maju di dalam keanggotaan OKI. Tentu ini tidak sekedar dirasakan Indonesia. Tiap-tiap negara di dalam OKI bervariasi: ada yang lebih maju, dan adapula yang lebih terbelakang.

Tetapi bagi Indonesia, tidak semata-mata mengambil manfaat dan belajar dari negara lain dalam kerangka kerjasama ini. Indonesia juga membawa hal-hal yang sekiranya menjadi kontribusi bagi negara OKI lainnya.

Apa yang ditegaskan Puan Maharani yang mungkin jadi kontribusi bagi negara-negara OKI?

Terdapat beberapa hal. Misalnya dikatakan oleh Puan Maharani: yang mungkin menjadi kontribusi Indonesia antara lain “... riset pengembangan teknologi komunikasi, konstruksi, energi, pertanian dan kelautan di Indonesia”. Menurutnya, hal-hal itu telah cukup maju.

Di Indonesia sendiri, riset pengembangan teknologi komunikasi kian maju. Kita bisa menyaksikan berbagai macam upaya yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga khusus dan sebagian lagi dilakukan oleh sivitas-sivitas akademika. Teknologi komunikasi memungkinkan masyarakat Indonesia memiliki kemudahan yang tak terkira di dalam jalur komunikasi. Di kota-kota besar di Indonesia, hampir dipastikan masyarakatnya telah mengenal banyak media sosial yang memungkinkan mereka terjaring satu sama lain.

Di bidang konstruksi, kita juga menyaksikan kian hari kian banyak pembangunan yang dilakukan. Berbagai sarana infrastruktur dibangun demi memudahkan akses lalu lintas manusia, komoditas bisnis dan lainnya. Proyek infrastruktur bisa dilihat dimana-mana bahkan tidak lagi hanya bersifat Jakarta-sentris. Desentralisasi telah memungkinkan merambahnya proyek infrastruktur ke berbagai daerah. Dan hal ini telah menciptakan keterjaringan daerah-daerah dengan pusat. Dan ini menciptakan kemudahan untuk pembangunan nasional.

Di bidang pertanian, berbagai macam riset telah digunakan. Lembaga-lembaga khusus dan kalangan sivitas akademika telah memberikan perhatian yang serius dalam menelaah berbagai usaha di bidang pertanian. IPB adalah salah satu kampus yang hingga saat ini konsisten mendalami berbagai persoalan pertanian. Di luar IPB, kampus-kampus lain juga turut berupaya menelaah di bidang pertanian.

Bukti-bukti ini cukup memberikan penguatan di dalam pernyataan Puan Maharani yang meyakini bahwa Indonesia memiliki kontribusi yang jelas. Fakta-fakta itu menegaskan itu. Dan semua itu, dalam keyakinan Puan Maharani, yang juga bakal diamini oleh masyarakat Indonesia: “...sudah cukup maju dan bisa menjadi kontribusi Indonesia dalam kerangka kerja sama iptek negara-negara OKI”.

Tentu kemajuan bukanlah ‘barang’ yang diam. Ia adalah serangkaian proses, yang dinamis dan yang terus-menerus bergerak. Jika para pemikir dan orang-orang yang bergiat dalam bidang-bidang yang disampaikan Puan Maharani merasa puas dan ‘cukup’, maka kemajuan sebagai suatu proses akan juga berhenti.

Maka teruslah berfikir dan bekerja.

  • view 107