Jusuf Kalla dan Puan Maharani di Tanah Kazakhstan

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 September 2017
Jusuf Kalla dan Puan Maharani di Tanah Kazakhstan

Di Kazakhstan, suatu siang (9/9/2017), Puan mengatakan: “Kita menyambut baik agenda kerja sama iptek diantara anggota OKI ini”.  

Hari itu, Puan Maharani menemani Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Sabtu, 9 September 2017. Bagi Puan, menghadiri ini dan pernyataannya ‘menyambut baik’ mengisyaratkan persetujuan dalam dirinya – sebuah apresiasi – terhadap langkah maju yang diambil oleh OKI. Setidaknya melalui langkah ini, OKI kian memperkuat hubungan kerjasama diantara negara-negara Islam.

Astana, Kazakhtan, adalah tempat yang dipilih oleh OKI untuk berlangsungnya pertemuan atau konferensi. Dalam KTT ini, yang dibahas adalah perihal pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Kazakhtan, sebagai negara kecil, pecahan dari negara besar Uni Soviet yang pecah berkeping-keping menyisakan diri bernama Rusia, akan menjadi saksi sebuah usaha untuk mengatasi kesenjangan diantara negara-negara Islam.

Banyak lagi yang akan disaksikan oleh negara-negara Islam dunia dari komitmen OKI di Kazakhstan ini. Puan Maharani menegaskan beberapa hal lagi yang ia tangkap dari KTT OKI. Diantaranya:  OKI bermaksud menyusun strategi dan agenda bersama untuk mengurangi kesenjangan kemajuan IPTEK antara negara-negara OKI dengan negara maju.

Kesenjangan, kita tahu, adalah persoalan yang sampai sejauh ini selalu merupakan hal yang membayangi negara-negara kecil. Kesenjangan menyatakan fakta yang sulit dibantah: ia akan menciptakan ketergantungan banyak hal dari negara-negara kecil atas negara-negara yang ‘super power’. Negara-negara kecil – dalam situasi kesenjangan ini – tak ubahnya sebuah negara yang tak memiliki kedaulatan. Hampir selalu menuruti apa saja skenario besar yang dibuat oleh negara-negara besar.

Karena itu, benar kata Puan, kita semua menyambut baik langkah ini. Dan Kazakhstan telah bersedia menjadi tempat bagi sebuah upaya mengurangi kesenjangan.

Bagi Indonesia sendiri, menghadiri KTT ini, yang diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan lain-lainnya, adalah langkah apresiatif. Indonesia adalah negara yang – patut disadari – terbilang negara kecil. Dibanding Amerika dan negara besar Eropa lainnya, Indonesia tergolong sebagai negara kecil. Bahkan label-label sebagai negara terbelakang, negara dunia ketiga, adalah label-label yang biasa disematkan kepada negara ini. Meski tak selalu persis benar, tapi patut dijadikan instrospeksi.

Oleh sebab itu, mengambil langkah partisipatif dalam KTT OKI adalah sebuah upaya menjalin kerjasama dalam mewujudkan Indonesia yang punya daya saing diantara OKI dan negara besar lainnya. Puan mengatakan: “yang segera bisa kita lakukan adalah kerjasama bidang pendidikan, pelatihan dan riset”.

Sedang yang segera kita harapkan adalah Indonesia yang kian mampu mengikis kesenjangan dari negara-negara besar. Di Kazakhstan, Kita berharap Wapres Jusuf Kalla dan Puan Maharani dan perwakilan Indonesia lainnya ‘vocal’ dalam menyuarakan Indonesia dan lihai menjalin kerjasama demi kemajuan.

  • view 78