Kerja Nyata Sivitas Akademika Menurut Puan Maharani

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 September 2017
Kerja Nyata Sivitas Akademika Menurut Puan Maharani

Salah satu yang ditegaskan di dalam ‘Tridharma Perguruan Tinggi’ adalah ‘pengabdian’ selain dua lainnya: ‘pendidikan dan penelitian’. Sebagai pengabdian, perguruan tinggi harus mendidik dan melahirkan generasi yang memiliki kesadaran tentang ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan nyata. Generasi-generasi ini tidak saja memiliki ilmu pengetahuan untuk kepentingan dirinya sendiri melainkan untuk kepentingan umum.

Dalam pandangan Puan Maharani, selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) yang salah satunya membawahi Kemendikbud dan Kemenristek, Perguruan Tinggi harus benar-benar menjadi pioner perubahan melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi bangsa. Salah satu poin yang ditegaskannya adalah kesadaran dan mentalitas mahasiswa yang peka terhadap keadaan lingkungannya.

“Budaya keilmuan harus bisa menghasilkan karya-karya bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat”, ucap Puan Maharani dalam salah satu Kuliah Umum di UNS Surakarta, Jawa Tengah (beritahati.com, 14/8/2017).

Ungkapan ini bisa dibaca dan memberikan beberapa hal penting. Pertama, apa yang dimaksud budaya keilmuan oleh Puan Maharani adalah suatu tradisi ilmiah yang berkembang di lingkaran terutama sivitas akademika. Ciri-ciri dari budaya keilmuan adalah mementingkan kerja-kerja ilmu pengetahuan. Persoalan-persoalan apapun haruslah diperoleh melalui kerja-kerja ilmu pengetahuan yang mementingkan objektifitas dalam serangkaian riset yang sistematis. Budaya keilmuan menghindarkan isu-isu atau fakta-fakta yang tidak bisa diverifikasi secara ilmiah.

Kedua, ungkapan ini juga menyatakan bahwa Puan Maharani mencintai ilmu pengetahuan dan juga meyakini bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi alat yang efektif untuk mengatasi persoalan-persoalan yang berkembang di dalam masyarakat. Kemajuan-kemajuan di dalam masyarakat penting bisa dicapai melalui keseriusan para akademisi dalam membaca dan mengentaskan persoalan. Oleh sebab itu, Puan Maharani meminta dan menegaskan agar budaya keilmuan mampu hadir untuk membantu atau mengabdi pada kepentingan masyarakat banyak, kepentingan umum.

Ketiga, ungkapan ini juga menyatakan bahwa ilmu pengetahuan – sebagai produk kebudayaan – memang mau tidak mau haruslah berdiri sebagai bagian dari dan mendukung memajukan lingkungannya. Sivitas akademika tidak bisa hanya merayakan ilmu pengetahuan yang tidak bisa memberi jawaban atas persoalan lingkungan. Kesadaran mengabdi adalah kesadaran penting yang dimiliki oleh sivitas akademika.

Selain itu, Puan Menegaskan pentingnya mentalitas yang sejalan dengan nilai-nilai moral yang penting. Terkait perihal ini, indikatornya, perguruan tinggi mampu mengubah dan memajukan generasi melalui budaya anti plagiat, anti narkoba, anti korupsi dan lainnya.

Dengan demikian, pendidikan yang ditegaskan Puan Maharani adalah mendidik integritas. Sebab mentalitas inilah yang benar-benar dibutuhkan bangsa ini.

  • view 25