Tiga Pesan Penting Puan Maharani; Perihal Kemajuan Bangsa

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 September 2017
Tiga Pesan Penting Puan Maharani; Perihal Kemajuan Bangsa

Keluarga adalah unit sosial terkecil di dalam masyarakat. Dalam pendekatan fungsiionalisme struktural, suatu aliran di dalam sosiologi, keluarga dianggap memiliki peranan yang signifikan terutama di dalam menangkap dan menyosialisasikan nilai-nilai masyarakat. Melalui peranan orang tua inti – ayah dan ibu – maka nilai-nilai bisa diserap oleh anak-anak mereka. Praktis dengan memperhatikan ini, maka keluarga yang ideal sangat ditentukan oleh bagaimana peranan dari orang tua di rumah.

Puan Maharani menyadari pentingnya peranan keluarga bagi masa depan anak-anak. Lebih dari itu, Puan menganggap bahwa keberhasilan keluarga berarti pula turut berkontribusi bagi keberhasilan sebuah bangsa. Sebutlah dalam konteks persaingan global, keberhasilan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul sangat pula ditentukan oleh keberhasilan keluarga dalam menangkap dan menerjemahkan semangat di dalam keluarga. Maka memperhatikan keluarga menjadi hal yang sangat penting.

Suatu kali Puan Maharani menegaskan perihal hubungan kemajuan SDM dan keberadaan keluarga. Dia mengatakan: “SDM Indonesia bukan hanya dalam internal namun harus bisa berkompetisi di ranah Internasional. Dimulai dari keluarga, bagaimana menjaga keluarga untuk dapat berpikir positif di lingkungannya, dan bermanfaat bagi lingkungannya. Untuk itu, di perlukan sinergi dari pemerintah daerah dan pusat” (nasional.sindonews.com).

Beberapa hal bisa diurai dari ungkapan Puan Maharani. Pertama, dia menegaskan pentingnya memperhatikan kompetisi global. Kompetisi adalah sesuatu yang tak dapat dihindari dalam hubungan yang kian terbuka antar satu dengan negara lain. Hubungan global membuka peluang bagi siapapun untuk bisa mengeksplorasi kemampuannya di negara manapun. Indonesia tak terkecuali. Kita akan menyaksikan membanjirnya aneka warna orang dari berbagai negara, berbagai bangsa memasuki negara kita dan bersaing dengan kita. Satu-satunya yang bisa menyelematkan kita adalah kemampuan, keterampilan dan mentalitas kompetisi.

Siapa yang harus memperhatikan persoalan ini? Tentu semua orang terutama pemerintah. Rakyat dan pemerintah harus bisa sinergi, saling bahu-membahu untuk menjawab tantangan persaingan global. Indonesia tidak mungkin menutup diri dari hubungan global. Satu-satunya cara untuk membentengi diri dari kompetisi global adalah membekali diri, bangsa sendiri dengan meningkatkan sumber daya manusia dalam menghadapi kenyataan global ini.

Kedua, Puan Maharani menegaskan bahwa ada satu unit terkecil di dalam masyarakat yang memiliki peranan strategis dalam membantu meningkatkan SDM masyarakat Indonesia, yakni keluarga. Puan mengatakan dengan kalimat: dimulai dari keluarga, bagaimana menjaga keluarga untuk dapat berpikir positif di lingkungannya, dan bermanfaat bagi lingkungannya”, kalimat ini begitu jelas, lugas dan bisa dimengerti. Apa yang harus dilakukan adalah memberi perhatian penting kepada keluarga dan mengarahkan agar mereka benar-benar menyadari betapa pentingnya posisi keluarga. Dengan kesadaran yang tinggi pada peranan keluarga, bangsa ini berpotensi melahirkan generasi-generasi emas.

Ketiga, adalah peranan pemerintah, dalam hal ini sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kita tahu sejak ditetapkannya otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki ruang yang jauh lebih besar dalam tugasnya ketimbang semasa masih dalam pemerintahan yang sentralistik. Kesempatan ini perlu dipergunakan sebaik mungkin untuk membaca potensi masing-masing daerah dan memastikan dari jarak yang lebih dekat bagaimana membangun rakyatnya.

Tiga hal itu merupakan hal yang penting diperhatikan dan dilakukan agar bangsa Indonesia memiliki daya saing yang ‘mantap’ dalam menghadapi persaingan global. Puan Maharani telah meletakkan suatu pemikiran yang ciamik dalam hal ini.

  • view 88