Puan Maharani dan Sekolah Kebanggaan WNI di Kuala Lumpur

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 September 2017
Puan Maharani dan Sekolah Kebanggaan WNI di Kuala Lumpur

Suatu kali Puan Maharani datang ke Malaysia. Dan kebahagiaan menyertai mereka, Warga Negara Indonesia (WNI) dalam menyambutnya. Begitu juga Puan Maharani. Dia begitu hangat dalam mengunjungi mereka.

Dalam kunjungan itu, Puan Maharani mengunjungi sebuah sekolah kebanggaan WNI: Sekolah Indonesia Kuala Lumpur atau SIKL. Sekolah itu berdiri gagah di sebuah Kota Kebanggaan Malaysia, Kuala Lumpur. Sinar matahari yang baru beranjak pagi segera itu segera menerangi sekolah itu. Perlahan kian terang dan kehidupan pagi di kota itu mulai terlihat penuh keindahan.

Hari itu adalah hari ke-13 di bulan Maret. Suasana di SIKL memang jadi lain dari hari-hari biasanya. Informasi mengenai bakal ada kunjungan Kemenko PMK, Puan Maharani, terdengar dalam beberapa hari sebelumnya. Para pengurus sekolah sudah menyiapkan segala persiapan untuk penyambutan sang Puan, menteri cantik yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Hari kunjungan Puan Maharani ke SIKL itu sebenarnya merupakan bagian dari agenda kunjungan dengan yang lain-lain: saat itu juga, Puan Maharani menghadiri pembukaan seminar tentang kerjasama antar negara ASEAN. Puan Maharani mewakili Indonesia dalam seminar itu yang bertajuk: “Kerja Sama Rantau ASEAN dalam Memberantas Jenayah Seksual Kanak-Kanak”.

Welcome to SIKL, sekolah kebanggaan, Puan!

Dalam kunjungan ke SIKL itu, Puan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Anak-anak WNI berbaris menyambutnya dengan wajah-wajah yang antusias. Mereka menyediakan serangkaian bunga tanda penyambutan yang penuh bahagia. Salah seorang perwakilan siswa SIKL melangkah maju dengan membawa serangkaian bunga untuk dihaturkan kepada Puan. Dengan penuh senyum dan bangga, Puan menerimanya.

Hari itu, kunjungan Puan dan penyambutan seluruh sivitas akademis dan seluruh siswa SIKL hanya bisa dirangkum dalam lukisan satu kata: kebahagiaan.

SIKL sendiri merupakan tempat pendidikan bagi para WNI yang ada di Malaysia. Sekolah ini sudah didirikan sejak 1969. Dan hingga kini, sebanyak 515 siswa memperoleh pendidikan di sekolah ini. Sebanyak 515 WNI memperoleh kesempatan belajar dan membuka jalan untuk masa depannya.

Diantara 515 siswa itu adalah anak para diplomat Indonesia yang bekerja di Kuala Lumpur. Sebagian lagi adalah anak-anak WNI yang tengah mengadu nasib di Malaysia. Mereka berbaur satu sama lain diikat perasaan kebangsaan. Solidaritas di negara rantau menguatkan persaudaraan mereka. Tanpa pandang bulu. Tanpa pandang identitas kedaerah. Atau identitas-identitas lain yang menyekatnya.

Jenjang pendidikan yang ada di SIKL antara lain Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

SIKL juga menjadi pembina bagi rintisan sekolah di beberapa kota lain di Malaysia. Satu diantaranya misalnya Sekolah Indonesia Johor Baru yang kini memiliki siswa sebanyak 208 orang. Mereka rata-rata adalah anak dari para TKI ilegal.

  • view 61