Idul Adha itu Kebahagiaan Berbagi; Wujud Cinta Puan Maharani

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 September 2017
Idul Adha itu Kebahagiaan Berbagi; Wujud Cinta Puan Maharani

Idul adha adalah hari tentang berbagi. Setidaknya pengertian ini bisa diperoleh dari fakta-fakta yang terlihat dalam hari raya qurban atau idul adha setiap tahun. Pada hari raya ini, orang-orang yang mampu membeli kambing (yang utama, sebab dalam sejarah Nabi Ismail digantikan dengan kambing) atau kadang sapi untuk disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan kepada orang-orang.

Praktis pada hari raya ini, orang-orang berbagi kebahagiaan. Orang-orang merasakan lezatnya daging, baik yang miskin (masakin dan dhuafa) dan yang kaya.

Di bulan ini, kita menyaksikan solidaritas yang tinggi untuk saling berbagi. Idul adha menjadi semacam hari merayakan persaudaraan. Dan sejauh hari raya yang seperti ini selalu ada setiap tahun, nampaknya kebahagiaan berbagi atau berderma akan senantiasa menjadi bagian kehidupan yang mempertemukan antara yang kaya dan yang miskin dalam kesadaran berbagi dan bersaudara.

Puan Maharani meresapi makna dari berbagi di idul adha ini. Baginya, momen idul adha adalah momen untuk memperkuat kesadaran bersaudara, terikat dalam kesadaran kesejatian berbagi. Momentum idul adha mengajarkan arti kedermawanan, kemanusiaan dan persaudaraan. Selayaknya, momentum ini menjadi bagian refleksi umat manusia. Dan sebagai momen refleksi, hendaknya idul adha dijadikan sebagai sebuah semangat atau spirit.

Sebagai sebuah semangat atau spirit, hendaknya manusia hidup berbagi dalam kesadaran bersaudara sepanjang hidup. Artinya, momen ini harus berdampak bagi psikologis kita untuk melestarikan rasa persaudaraan dan perasaan untuk saling berbagi. Momentum hari raya idul adha ini tidak boleh berhenti sekedar perayaan sehari saja. Spiritnya harus terus dikokohkan dalam semangat berbagi dan bersaudara.

Dalam momentum perayaan ini, Puan Maharani juga menyadari pentingnya berbagi. Maka dia menunjukkan wujud nyata berbagi dengan masyarakat sekitarnya dengan cara menyumbang seekor sapi yang berukuran jumbo. Sumbangannya itu dia salurkan melalui DPC PDIP Sukoharjo. Sumbangan sapi ini dibagikan kepada para kader dan warga sekitar yang tinggal di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari.

Dengan menyumbang sapi atau apapun itu, kita menyaksikan suatu kesadaran dan apresiasi Puan Maharani atas hari raya berkurban ini. Apa yang dilakukannya bisa dibaca sebagai bentuk kepedulian untuk berbagi bersama agar semua orang bisa merasakan hari raya berkurban ini.

Dalam berkurban, sekali lagi, kita menyaksikan suatu kesadaran untuk bersaudara, bersolidaritas dan bersama. Semoga kesadaran ini terus menguat diantara para pejabat lainnya. Kesadaran ini adalah kesadaran tentang cinta.

  • view 13