Kegemilangan Revolusi Mental di Tangan Puan Maharani

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 31 Agustus 2017
Kegemilangan Revolusi Mental di Tangan Puan Maharani

Puan Maharani dan Gerakan Nasional Revolusi Mental adalah ibarat dua hal yang tak bisa dipisahkan. Bila kita mendengar gaung dari revolusi mental, kita menjadi tahu: gerakan itu bekerja dengan baik di bawah sang panglima (Puan Maharani) yang diberikan kepercayaan oleh Presiden Joko Widodo.

Hingga kini, usia dari gerakan revolusi mental ini adalah 2,5 tahun. Dalam sepanjang usia ini, telah banyak perkembangan kemajuan yang luar biasa dari pelayanan publik. Komitmen kerja yang digaungkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo benar-benar memperoleh wujud nyata dalam gerakan revolusi mental.

Kembali mengingat: Gerakan Nasional Revolusi Mental atau disingkat GNRM bukanlah slogan dengan gema kosong tanpa isi. Ia tak sekedar menyentuh langit dan mengabaikan bumi. Sebaliknya gerakan ini tetap berpijak pada bumi untuk merespon persoalan nyata dengan gerakan yang nyata. Dan apa yang menjadi isi dari gerakan revolusi mental tak lain adalah amanah yang ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo dalam ungkapannya: “kerja, kerja dan kerja”.

Puan Maharani adalah panglima yang diberi amanah oleh presiden untuk mengawal gerakan revolusi mental ini. Pilihan presiden dilakukan dalam beberapa pertimbangan; salah satunya sebab Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini dianggap memiliki kompetensi dalam mengawal komitmen revolusi mental. Bukan semata-mata karena dia anak dari seorang tokoh atau politisi nasional. Presiden menganggap bahwa di tanganlah gerakan revolusi mental benar-benar bisa bekerja dengan baik.

Pilihan presiden tentu saja tidak keliru. Puan Maharani benar-benar mampu menjalankan amanah presiden. Ia mampu menyatu dengan tugasnya. Sejak ditetapkannya sebagai panglima gerakan nasional revolusi mental, Puan Maharani konsisten mengawalnya dan memberikan sentuhan-sentuhan yang menggugah pada muatan revolusi mental. Dan hingga kini, gerakan ini telah berusia 2,5 tahun.

Kembali mengingat tujuan dari gerakan revolusi mental ini adalah untuk terwujudnya pemerintahan yang benar-benar bekerja dan mampu memaksimalkan pelayanan publik. Dalam konteks ini, Puan Maharani telah menegaskan berkali-kali kepada Aparat Sipil Negara (ASN) untuk benar-benar bekerja dengan baik. Puan begitu memahami arah dari gerakan ini dan dia mampu menerjemahkannya sehingga sampai kepada aparat negara. Di bawah kendalinya, wujud nyata dari gerakan ini benar-benar terwujudkan.

Dalam menjalankan gerakan ini, Puan mempertimbangkan instruksi presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang mengatakan bahwa “setiap kementerian dan lembaga serta pemda ditugaskan mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya untuk menjalankan GNRM yang diwujudkan melalui lima gerakan sosial”. Maka mula-mula, sasaran dari gerakan ini adalah mendidik mentalitas para aparat.

Apa yang ditegaskan oleh Puan Maharani kepada aparat sipil negara (ASN) adalah ketaatan mereka pada tugas dan fungsi pelayanan publik mereka. Revolusi mental Puan Maharani tidak membebankan ASN suatu hal yang di luar kemampuan mereka. Tugas revolusi mental hanyalah menggugah komitmen moral dalam menjalankan tugas. Dengan komitmen moral yang kuat, pelayanan publik bisa berjalan dengan semaksimal mungkin.

  • view 41