Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 34946
            [type_id] => 1
            [user_id] => 16127
            [status_id] => 1
            [category_id] => 15
            [project_id] => 0
            [title] => Mengurangi Kesenjangan Pangan; Kerja Cerdas Puan Maharani
            [content] => 

Ada ungkapan menarik dari bapak proklamator kita, Soekarno, bahwa “kunci ketentraman hidup adalah ketentraman perut”. Seseorang yang perutnya ‘keroncongan’, belum terisi, dia tidak akan tenang. Tidak saja begitu, bahkan orang tersebut bisa bertindak bermacam cara. Kemiskinan mendekatkan pada kekufuran. Buktinya pelacuran, pembunuhan, pencurian, tidak lain berasal dari persoalan kemiskinan.

Ungkapan pentingnya mengisi perut keroncongan juga disampaikan oleh Tan Malaka di dalam bukunya, Madilog. Dia mengutip Engels yang mengatakan: orang mesti makan dahulu sebelum berpikir. Dengan kata ini, kita tak mungkin berharap seseorang bisa berpikir sehat dan normal bila seseorang perutnya belum terisi.

Sebab itu, pemerintah perlu bersikap responsif untuk mengambil inisiatif bagaimana mengurangi kesenjangan aspek materiil ini, ekonomi. Jangan biarkan terlalu lama kubangan kemiskinan sehingga berimbas pada kehidupan yang lain. Kebutuhan pokok masyarakat terutama soal pangan haruslah terpenuhi.

Salah satu yang digagas pemerintah adalah program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Puan Maharani sebagai menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK) bertanggung jawab atas program ini. Dialah yang memiliki andil dan tanggung jawab besar bagaimana memastikan program pemerintah ini – yang berkaitan dengan bidang pemberdayaan manusia – berjalan dengan baik. Di bawahnya ada beberapa kementerian yang bertanggung jawab langsung dalam turut serta mensukseskannya, diantaranya menteri sosial.

Puan Maharani menegaskan bahwa BPNT nanti perlahan-lahan akan menggantikan secara bertahap apa yang disebut program beras sejahtera (rastra). Pada tahun 2017, Puan menegaskan bahwa penyaluran akan dilakukan di 44 kota dengan jumlah 1,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) (sindonews, 23/2/2017)

Tujuan utama dari program ini adalah memungkinkan KPM untuk membeli kebutuhan pangan. Mereka bisa membelinya di berbagai tempat yang menyediakan pangan yang tentu bekerjasama dengan pemerintah melalui layanan e-warong. Di e-warong inilah orang-orang bisa berbelanja bahan pangan yang dibutuhkan kehidupan. Berbekal kartu keluarga sejahtera (KKS), mereka bisa membeli kebutuhan pangan mereka.

"Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) itu alat pembayaran yang memiliki fitur elektronik dan tabungan, sehingga dapat berfungsi seperti ATM," ujar Puan (sindonews, 23/2/2017).

Terkait lokasi penyedia dari program  BPNT, Puan jamin tidak jauh. Lokasi-lokasi itu sudah dipertimbangkan posisi-posisinya oleh pemerintah agar mudah terjangkau.

[slug] => mengurangi-kesenjangan-pangan-kerja-cerdas-puan-maharani [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1504063263.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 170 [issued] => 0 [author] => Anita Arsy [username] => anitaarsy [avatar] => file_1489652497.png [status_name] => published [category_name] => Inspiratif [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2017-08-30T10:21:03+07:00 [updated_at] => 2018-10-02T22:35:25+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 31.699257ms [status] => 200 )