Pandangan Optimistis Puan Maharani tentang Kerukunan Elit

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 19 Agustus 2017
Pandangan Optimistis Puan Maharani tentang Kerukunan Elit

Setiap elit adalah orang-orang yang seringkali memperoleh sorotan dari masyarakat. Bagaimana mereka menunjukkan diri, cara bersikap, bergaul dengan orang lain dan sebagainya. Bahkan hubungan antar satu elit politik satu dengan yang lain seringkali menjadi perbincangan hangat. Taruhlah Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Publik tahu bahwa hubungan kedua tokoh politik ini terlihat kurang baik. Persaingan politik yang sengit membuat mereka nampak susah untuk terjembatani. Terlihat bahwa mereka sangat susah untuk bisa saling jumpa. Dan itu kian memperkuat spekulasi publik tentang gawatnya hubungan mereka.

Tetapi kemarin, seluruh mantan presiden berjumpa termasuk Megawati dan SBY. Mereka bersalam-salaman. Publik bereaksi menyaksikan momentum yang langka itu. Dan spekulasi berkembang bahwa ini adalah momen yang baik bagi sebuah bangsa.

Bagi Puan Maharani, momentum kebersamaan ini dimaknai sebagai petunjuk bahwa elit mampu mengelola dan menunjukkan kerukunan. Persaingan politik adalah persaingan politik. Tetapi kerukunan dalam pergaulan dan perasaan sebagai satu bangsa adalah hal lain yang jauh lebih penting untuk dirawat. Momentum seperti ini, menurut Puan Maharani, sangatlah penting.

Puan Maharani yang berkepentingan membangun bangsa merasa sangat bahagia dengan kehadiran para mantan presiden. Pertama, mereka adalah orang-orang yang berpengaruh. Mereka dihormati oleh publik sebab mereka pernah berjasa dalam melayani rakyat. Mereka memiliki pendukung-pendukung yang setia kepada mereka. Dan oleh sebab itu, perjumpaan itu setidak-tidaknya memberi kesan yang baik kepada para pendukung setianya.

Kedua, bagi rakyat biasa, perjumpaan ini bisa dimaknai sesuatu hal yang positif juga. Sejauh ini publik seolah menyaksikan dagelan antar elit politik bangsa ini yang seolah saling serang. Perebutan tahta kekuasaan adalah pemicunya. Tontonan ini dalam batas-batas tertentu adalah wajar. Tetapi seringkali itu berlebihan dan tentu saja yang demikian kehilangan kewajarannya. Publik menjadi kehilangan tokoh panutan dan dagelan perebutan kekuasaan jadi semacam tontonan yang membosankan.

Oleh sebab itu, Puan Maharani menyebut ini sebagai momentum penting. Bahkan Puan menyebut jika pun para elit tidak selalu bisa berjumpa dalam waktu yang relatif sering, itu tidak masalah. Mereka boleh saja jauh secara fisik. Tetapi mereka memiliki tujuan yang sama untuk membangun negeri ini. Puan menyebut hubungan mereka sebagai saling “jauh di mata namun dekat di hati”.

  • view 45