Keluarga, Bagi Puan Maharani, Fondasi Penting Membangun Manusia

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Budaya
dipublikasikan 12 Juli 2017
Keluarga, Bagi Puan Maharani, Fondasi Penting Membangun Manusia

29 Juni kemarin adalah hari keluarga nasional. Apa yang penting dalam hari keluarga nasional adalah sebuah refleksi atas peranan keluarga, terutama di dalamnya yang penting dalam keluarga inti adalah peranan orang tua: ayah dan ibu. Mengapa penting diperingati hari keluarga nasional, sekali lagi, mengingat keluarga memiliki peranan yang penting.

Kementerian yang bertanggung jawab dalam pembangunan manusia dan kebudayaan, Puan Maharani, mengakui betapa pentingnya peranan keluarga. Keberhasilan dalam proses-proses sosialisasi nilai-nilai di dalam masyarakat sangatlah mungkin dan efektif melalui peranan-peranan keluarga sebagai unit sosial terkecil di dalam masyarakat. Maka, sejalan dengan pikiran ini, Menko menegaskan perlunya memperhatikan keberadaan atau kiprah dari keluarga. Para orang tua harus memiliki perhatian yang penting dalam proses ini. Semisal dalam konteks pendidikan, selain upaya pemerintah dan tenaga-tenaga pendidik, keluarga perlu, dan sangat perlu, menjadi yang terutama dalam mengawal anak-anak mereka untuk gigih dalam belajar.

Ditulis di dalam situs Resmi Kementerian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) beberapa fungsi dari keluarga. Pertama, fungsi agama. Beragama, meskipun diakui pada akhirnya adalah proses panjang dimana setiap orang berhak menentukannya sendiri, dimulai dan diajarkan melalui keluarga. Nilai-nilai universal agama diajarkan melalui keluarga.

Kedua, fungsi sosial budaya. Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa nilai-nilai di masyarakat yang luhur tidak bisa tersalurkan dengan baik tanpa melalui peranan penting dari keluarga. Maka keluarga, dalam hal ini orang tua, perlu memiliki kemampuan dalam menerjemahkan dan menjadi medium bagi anak-anaknya demi tersalurnya nilai-nilai sosial.

Ketiga, fungsi cinta kasih. Kemanusiaan dan kasih sayang adalah suatu sejatinya manusia demi tegaknya persaudaraan. Kemanusiaan yang saling mengasihi adalah kemanusiaan yang sungguh-sungguh diharapkan demi harmoni sosial.

Keempat, fungsi perlindungan, yakni memastikan bahwa anak-anak tumbuh dengan baik. Fungsi perlindungan ini bukan saja berarti melindungi dari segala yang mengancam anak-anak secara fisik tapi juga menjadi wahana melindungi dan menetralisir pengaruh-pengaruh buruk bagi anak-anak.

Kelima, fungsi reproduksi yakni melestarikan keturunan. Fungsi ini alamiah. Setiap orang menginginkan keturunan. Keenam, fungsi sosialisasi pendidikan. Ketujuh, fungsi ekonomi, dan Kedelapan, fungsi lingkungan yakni menjadi medium untuk mendidik mereka, anak-anak, agar memiliki kepekaan dan kecintaan kepada lingkungan.

Demi keberhasilan program pembangunan manusia oleh Puan Maharani bersinergi dengan kementerian teknis di bawahnya, keluarga patutlah menjadi perhatian penting. Dalam hal ini, keluarga diharapkan menyadari keberadaan dirinya dan menyadari betapa besarnya peranan mereka.

  • view 33