Puan Ingin Pancasila Dikenalkan dalam Lembaga Islam

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Budaya
dipublikasikan 26 Juni 2017
Puan Ingin Pancasila Dikenalkan dalam Lembaga Islam

Wacana sebelumnya muncul bahwa Puan Maharani menginginkan (bahkan hendak mewajibkan) Pancasila menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Jelas pernyataan itu telah terkonfirmasi bahwa ia tidak sekedar melemparkan wacana atau isu. Menurutnya, ini penting. Pancasila haruslah menjadi bagian dari masyarakat. Menjadi bagian dari masyarakat berarti ia hidup dalam laku hidup masyarakat.

Bagaimana membuatnya hidup dalam masyarakat? Pertama-tama tentulah pemahanam. Masyarakat perlu mengerti dan memahami setiap poin dari Pancasila. Apa yang dimaksud di dalam pancasila dan – pada aspek tertentu – juga sejarahnya. Pemahaman ini setidaknya membawanya pada suatu pengetahuan betapa pentingnya pancasila, betapa perlunya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tapi tentu saja tidak berhenti pada sekedar pemahaman. Inti sari dari pancasila itu juga perlu diterima dan dirasakan oleh masyarakat. Perenungan atas nilai-nilai itu praktis diperlukan. Maka pendidikan pancasila itu tidak sekedar berorientasi pada pemahaman masyarakat melainkan juga bagaimana masyarakat mampu meresapinya, membatinkannya. Tentu upaya ini butuh waktu, dan Puan Maharani memang mau memulainya melalui pendidikan. Pancasila haruslah mulai diperkenalkan bagi pelajar dari tingkat SD-Universitas.

Puan Maharani tidak sekedar berhenti pada sekolah formal yang seringkali tidak berhubungan dengan lembaga islam. Puan justru menginginkan lebih jauh agar lembaga-lembaga Islam, barangkali juga pesantren, bersedia untuk menerapkan pendidikan pancasila. Pesantren adalah bagian dari spirit kebangsaan. Para ulama, kiyai atau tokoh-tokoh islam lainnya adalah juga penggerak dari perjuangan kemerdekaan. Maka tak salah, bila Puan Maharani menginginkan agar di lembaga-lembaga islam ini juga diperkenalkan pendidikan pancasila. Harapannya tentu saja adalah muslim yang sadar sebagai bangsa Indonesia dan juga mengerti pancasila.

Dalam suatu ungkapannya, Puan Maharani bilang: “Saya sudah meminta Kementerian Agama dalam mengimplementasikan kurikulum di madrasah dan pesantren”. (jengpatrol.id, 9/6/2017).

  • view 61