Dua Pesan Puan Maharani

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Budaya
dipublikasikan 21 Maret 2017
Dua Pesan Puan Maharani

Puan Maharani – untuk kali kesekian – menemani presiden Joko Widodo dalam rangka membagi-bagikan beragam bantuan kepada Masyarakat. Kali ini Presiden – dan Puan Maharani – membagikan bantuan untuk masyarakat di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (18/3/2017).

Ada empat jenis bantuan yang disalurkan yakni antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Program Makanan Tambahan (PMT), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Pesan Puan

Kepada para penerima PKH, Menko PMK, Puan Maharani berpesan dua hal.

Pertama, agar uang bantuan yang diterima diambil sesuai dengan kebutuhan saja. Penerima PKH akan mendapatkan bantuan Rp.500 ribu per tiga bulan sehingga dalam satu tahun menerima sebesar Rp.2 Juta. Dana bantuan ini akan langsung masuk ke rekening tabungan masing-masing penerima manfaat program.

“Saya pesan jangan langsung diambil semua. Secukupnya saja sesuai kebutuhan, misalnya Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu, sisanya biarkan tetap di tabungan”.

Apa yang dikatakan Puan adalah bagian dari cara untuk belajar menggunakan secara tepat pada kebutuhan. Imbauan-imbauan seperti itu memang suatu hal yang wajar. Banyak orang yang – pada saat memiliki uang – tidak bisa mengatur keluar-masuk uang untuk kebutuhan. Mereka tak pandai menggunakannya sesuai kebutuhan. Itu sebabnya di sini fungsi ‘mengingatkan’ menjadi penting. Kita semua harus belajar hidup sederhana – dengan menggunakan uang sesuai kebutuhan. ‘Berlebih-lebihan adalah sesuatu yang tidak baik’.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya juga mengingatkan hal yang sama. Kepada siswa penerima KIP, dia mengingatkan agar menggunakan uang bantuan hanya untuk membeli keperluan dan alat sekolah.

“Silahkan digunakan untuk membeli keperluan pendidikan, seperti membeli sepatu, tas, buku dan alat tulis. Jangan buat beli pulsa sebab kalau ketahuan membeli pulsa atau kebutuhan diluar pendidikan, kartunya bisa ditarik”.

Kedua, Puan Maharani juga mengimbau agar mereka – penerima bantuan – tidak perlu berebutan dan berdesak-desakan. Pemandangan seperti ini tidak ‘elok’. Kita seringkali menyaksikan suatu momen pembagian beras kepada warga. Mereka berebutan seolah-olah tak bakal kebagian. Pemandangan yang sungguh-sungguh – sekali lagi – tidak elok.

Bukan sekedar karena tak ‘elok’ dipandang, tapi hal seperti (berebutan) itu juga membahayakan bagi mereka. Bisa menimbulkan percekcokan dan bisa membahayakan fisik mereka. Kadang-kadang, diantara orang-orang yang berdesakan ada ibu-ibu yang menggendong seorang anak, kasian anaknya. Juga ada ibu-ibu yang sudah tua-renta, berada diantara mereka yang berdesakan dan terjatuh.

Itulah kenapa Puan menegaskan: “Saat ambil juga tak perlu berebutan dan berdesak-desakan karena uang ibu-ibu dijamin aman”.

  • view 61