Puan: KH. Hasyim Muzadi, sosok yang moderat

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Maret 2017
Puan: KH. Hasyim Muzadi, sosok yang moderat

Kematian adalah kepastian yang menyisakan tangis, kedukaan dan kesedihan.

Di bawah kolong langit Depok, tangisan pecah. Sosok ulama yang dikenal teduh dan teladan meninggalkan kita. Tangisan kesedihan itu disertai gema tahlil sepanjang jalan menuju tempat peristirahatan terakhir beliau. Kuburan di wilayah komplek Pondok Pesantren Al-Hikam II Depok.

Informasi dari kompas.com, Hasyim Muzadi tutup usia sekitar pukul 06.15 WIB.

Kepergian sang kiai meninggalkan kesedihan dan duka yang mendalam. Doa dan pujian orang-orang yang mengagumi keteladannya menyertai kepergiannya.

Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) turut merasa kehilangan. Baginya, sang kiai adalah sosok yang memberikan keteduhan. Kepergiaannya adalah kehilangan sosok yang teladan.

Selamat jalan, kiai. Innalilillahi wa inna ilaihi rojiun! Sesungguhnya segalanya milik Allah dan kepada-Nya lah tempat kembali.

***

Di Mata Puan Maharani, sang kiai adalah sosok yang mampu menghadirkan keteduhan. Puan bercerita bagaimana sang kiai selalu pandai bersikap arif dan bijaksana. Bijaksana adalah satu sikap yang tak semua orang mampu menghadirkan. Bijaksana hadir dalam suasana sikap yang ditunjang oleh wawasan ilmu pengetahuan yang luas, yang dalam. Kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan adalah dua keping yang berhubungan. Keleluasaan wawasan ilmu pengetahuan seseorang membuatnya untuk bersikap arif dalam berhubungan dengan orang lain. Dia tidak akan terhindar dari sikap terburu-buru menilai orang lain atau suatu peristiwa.

Keleluasan pengetahuan cenderung membawa seseorang (yang berilmu) untuk pandai memaafkan. Ini sejalan dengan pepatah Perancis: mengerti berarti memaafkan.

Puan menilai kearifan atau kebijaksanaan K.H. Hasyim Muzadi bersumber dari pengetahuannya yang luas. Ulama seperti beliau, yang selalu mengedepankan sikap yang moderat, meneduhkan adalah sosok yang dibutuhkan untuk kian merekatkan ikatan persaudaraan sebagai bangsa Indonesia.

Dengan demikian, kepergian sosok seperti K.H. Hasyim Muzadi adalah kehilangan besar. Semoga sikap-sikap beliau tertanam di hati anak-anak bangsa lainnya.

“Semoga kita semua mewarisi keteladanan beliau”, tutur Puan.

Dilihat 68