Memutus Mata Rantai Kemiskinan, Puan: Tegakkan Komitmen PKH

Anita Arsy
Karya Anita Arsy Kategori Ekonomi
dipublikasikan 13 Maret 2017
Memutus Mata Rantai Kemiskinan, Puan: Tegakkan Komitmen PKH

Sejauh ini, Program Keluarga Harapan (PKH) sudah berjalan efektif. Tahapan-tahapan pembagian di lapangan, penggunaan oleh mereka yang memperoleh bantuan dan hingga ada rencana untuk memberi tambahan pada program ini. Rakyat yang membutuhkan benar-benar sangat terbantu dengan kehadiran program ini. Mereka bisa membelanjakan bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer mereka.

Rencana untuk memberikan tambahan tidak lepas dari pemikiran bahwa program ini bisa menurunkan tingkat kemiskinan. Survey Bank Dunia (World Bank) menegaskan bahwa program ini bisa mempersempit tingkat kesenjangan dan memutuskan rantai kemiskinan.

Ini tentu merupakan kabar baik bagi kita semua. Kemiskinan dan kesenjangan adalah persoalan yang klasik di Indonesia. Barangkali sebagian orang berfikir pesimis jika melihat kemiskinan yang seolah terus-menerus terpelihara. Tetapi program ini, dengan segala kabar yang muncul tentang potensinya untuk mempersempit kesenjangan dan memutus rantai kemiskinan, menjadi jawaban terbaik yang memulihkan optimisme yang sempat mengambang.

Apa yang harus dilakukan demi mempertahankan program ini?

Puan Maharani menjelaskan bahwa program ini telah berjalan efektif. Maka yang perlu dipertahakan adalah komitmen pemerintah untuk terus bersungguh-sungguh menyalurkan bantuan ini. Kesungguhan ini juga harus ditunjukkan dengan menghindari kemungkinan-kemungkinan penyalahgunaan dalam proses penyaluran.

Bila ada oknum yang menyalahgunakan dana tersebut, tegas Puan Maharani, misalnya menggunakannya bukan untuk keperluan rumah tangga. Maka pemerintah tidak akan segan-segan menghentikan pemberian bantuan kepada yang bersangkutan.

Inilah komitmen yang harus dijaga oleh pemerintah dan penerima bantuan ini. Ini sangat penting demi keberlangsungan program ini.

"Tentu saja itu dijaga komitmennya oleh ibu-ibu. Juga para pendamping PKH itu kan secara aktif juga mengecek apakah memang ibu-ibu itu menggunakannya dengan baik dan benar," jelas Puan.

  • view 85