Sendiri

Anis
Karya Anis  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Maret 2016
Sendiri

Ada bagian dari hidup kita yang mungkin terlalu sulit untuk dijelaskan kepada orang lain. Rangkaian kata seakan tak mampu untuk menyampaikan apa yang kita rasakan. Masalah hati memang tak mudah untuk dipahami. Bukankah suatu rasa hanya bisa dirasakan dengan 'alat perasa' yang sama, bukan dengan penjelasan kata-kata? Jika rasa makanan dirasakan dengan lidah, maka bagaimana dengan rasa emosi? Bagaimana menjelaskan rasa senang, sedih, kecewa, galau dan lainnya? Bukankah harus dirasakan dengan alat perasa yang sama juga?

Kita berjalan bersama. Bercanda dan tertawa bersama. Namun sebenarnya kita menempuh perjalanan sendiri. Perjalanan yang kadang lupa rute yang harus dilaluinya. Gambaran peta yang tak cukup jelas dan minimnya pengetahuan. Saat itulah kita berjalan seolah tanpa tujuan. Berjalan kemana saja kaki mampu melangkah dan pandangan tertuju. Sesekali mungkin melewati jalan yang tak diharapkan, menikmati tantangan yang tak ringan. Meskipun kita bersama, tapi kita tetap menempuh perjalanan masing-masing.

Kemana kita harus memulangkan rasa lelah? Peluh bercampur polusi kian menyesakkan. Kemana kita harus bersandar untuk sekadar melepaskan rasa lelah? Terlebih lagi jika dalam kelelahan ada sapaan dari si pesimis. Masih adakah harapan? Dimana kita harus menancapkan tekad agar tak goyah oleh suatu apapun?

Sebenarnya kita tahu jawabannya, tapi... Ah, entahlah.

  • view 182

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Nyenyet

    • Lihat 17 Respon