Maaf, Fotomu Alay

Anis
Karya Anis  Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 Maret 2016
Maaf, Fotomu Alay

Hai, apa kabar kamu hari ini?

Sepertinya sudah lama kita tidak berjumpa. Memang, kita sendiri yang memutuskan untuk berpisah. Tempat tinggal kita tidak jauh, kan? Namun ternyata jarak begitu kejam. Bukan jarak kilometer, entah apa yang menjadikan jarak itu terbentang di antara kita.

Maaf jika aku tidak pernah menyapamu. Sebenarnya aku bisa mengunjungi rumahmu, melihat wajahmu, mendengar suaramu, dan kita akan bernostalgia tentang masa lampau. Kita akan berbincang apa saja yang sudah terlewat selama kita tidak bersama. Tapi apa daya, tangan dan kakiku belum mau melakukannya. Bukan tidak mau, hanya belum.

Aku tidak tahu apa saja yang sudah berubah darimu. Pernah aku melihat akun sosial mediamu. Kamu sudah menjadi seseorang yang ?keren?. Berapa banyak tempat yang sudah kamu kunjungi? Kulihat pula gaya berpakaianmu begitu fashionable, tidak sepertiku yang masih kampungan.

Aku sering melihat foto-foto yang kau upload di instragram. Kau cantik. Memang. Kuakui itu sedari dulu. Posemu sudah mirip artis papan atas itu. Siapa namanya? Yang bicaranya seperti mendesah itu? Oh iya, Princess Syahrini! Namun sebenarnya aku tidak suka kau berpose seperti itu. Gaya matamu, gaya bibirmu, juga gaya tanganmu, aku kurang suka. Sejak kapan kau suka berpose seperti itu?

Maaf jika aku harus mengatakan bahwa hal seperti itu termasuk alay. Kau tahu, usiamu sudah lebih dari 20 tahun. Mungkin kau bisa berpose lain dengan gaya yang lebih anggun. Tapi siapa aku bisa menasihatimu? Akun bukan siapa-siapamu. Hanya teman masa kecilmu di sekolah dasar dulu. Mungkin kau sudah lupa. Tak mengapa. Dan satu lagi, aku tidak berhak mengaturmu karena itu memang hakmu sendiri. Kamu bebas berbuat apa saja, kau sudah cukup dewasa untuk memilih yang kau lakukan dan bertanggungjawab atasnya.

Hai, apakah kau sudah punya kekasih? Sepertinya sudah ada seseorang yang menjaga hatinya untukmu. Tapi mengapa aku tidak menemukannya dalam komentar di akunmu? Malah para komentator itu banyak yang menggodamu, berharap bisa jadi pacarmu. Jika kau sudah taken, mengapa kau tidak menjawabnya, sehingga para lelaki itu?tidak menggodamu.

Aku tahu aku tidak pantas berharap kepadamu. Memang, kuakui bahwa dulu aku pernah berharap. Saat kita masuk SMP, kamu mulai tumbuh menjadi gadis yang menarik. Aku sering mendengar cerita bahwa banyak anak lelaki yang mendekatimu. Aku ingin sekali melihat wajahmu setiap hari di sekolah, namun kita berbeda sekolah.

Tulisan ini aku buat bukan karena galau. Entah mengapa tiba-tiba teringat tentangmu. Semoga kamu bahagia dengan hidupmu sekarang, juga nanti. Dan semoga? suatu saat kita bisa bertatap muka lagi. Entah kapan.

?

?

Halaman kampung, 13 Maret 2016
*padahal ngetiknya di kamar, bukan di halaman :D

  • view 144

  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    1 tahun yang lalu.
    Hai, mbokyao sesekali kamu ngintip ke rumahku. Aku tak seperti itu...

    • Lihat 4 Respon