Melipat Waktu

Anis
Karya Anis  Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Maret 2016
Melipat Waktu

 
Jika kamu bisa melipat waktu saat ini, apa yang ingin kamu lakukan? Apa yang ingin segera kamu wujudkan? Apa yang membuatmu begitu tergesa-gesa ingin sampai pada waktu ‘masa depan’ hasil lipatan waktu masa sekarang?
 
Ingin segera lulus gegara skripsi masih belum menetas? Masih stagnan di bagian itu-itu saja? Lalu kamu ingin melipat waktu agar sampai ke waktu setelah skripsimu berakhir? Memangnya apa yang akan kamu lakukan setelah berakhirnya skripsimu? Nyari kerja, nikah, ngelanjutin S2? Coba pikirkan ulang.
 
Ini kenapa contohnya skripsi, sih? Bikin sensi, ya :P
 
 
Ok, mungkin contoh yang ini. Kamu ingin melipat waktu agar jodohmu segara bersanding bersamamu di pelaminan. Yup, kamu ingin mengakhiri masa single-mu, biar jadi double. Ups, salah. Couple, maksudnya. Jika waktu sudah terlipat hingga dirimu berpasangan dengan dia (cieee diaaaaa), apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Rencana apa yang sudah kamu siapkan untuk diwujudkan bersama? Belum ada rencana? Hah, masa sih?
 
Salah contoh lagi gak itu? Bikin tambah sensi ya? Ampun, kakak. #kabuuuuur
 
 
Pikirkan lagi. Mengapa kamu ingin segera sampai ke waktu ‘itu’? Mengapa kamu begitu tergesa-gesa? Karena sudah cukup ‘tua’? Karena semakin sering dikejar pertanyaan yang itu-itu saja? Karena gengsi, karena… Entah karena apa, hanya kamu sendiri yang lebih paham dirimu :)
 
Well, daripada menggalau memikirkan waktu yang tidak segera terlipat, ada baiknya kamu memikirkan untuk... menyibukkan dirimu. Semua akan ada waktunya. Semua ‘derita’ akan berakhir. Segala kebahagiaan siap menunggu untuk kamu jemput. #ngomongapasayaini
 
 
Sibukkan dirimu, hingga saat lipatan waktu itu sampai pada waktu yang kamu inginkan, kamu bisa mendapatkan hasil yang ‘lebih’. Bukan sekadar hasil menunggu. Bukan penantian yang sekadarnya.
 
Nikmati kesibukanmu. Atur ulang lagi mimpimu. Pastikan setting-nya tepat. Mau apa, kapan, dimana, bisa didetailkan lagi.
 
Lupakan sejenak tentang ‘kicauan’ yang tidak kamu harapkan. Ambil kicauan yang merdu, yang membuatmu semakin terbakar. Bukan terbakar amarah atau terbakar cemburu lho ya :P
 
Kamu tahu, kobaran api yang besar itu bisa timbul dari percikan korek api. Setitik api. Pun sama dengan semangatmu, segera temukan pemantik itu. Satu titik api yang bisa membuat semangatmu membara :D #sokbijakbanget 
 
 
Jadi, apa kesimpulannya?
 
Tidak usah terburu-buru melipat waktu. Nikmati setiap tekukannya, eh, setiap prosesnya. Pastikan lipatan yang kamu ciptakan menghasilkan kreasi yang sempurna. Bukankah sejak jaman sekolah dasar kita diajari keterampilan tangan yang membutuhkan ke-telaten-an, bukan ketergesaan? *gak nyambung ya?
 
Selamat menikmati proses. Kata orang bijak sebelah, hasil tidak pernah mengkhianati proses. Mari buktikan!
 
 
 
Surabaya, 10 Maret 2016.


  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Ketemu lagi ya kak

    • Lihat 8 Respon

  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    1 tahun yang lalu.
    gak sensi sih bacanya cuma~ pengen nyakar nyakar pohon aja pas dikasi contoh jodoh :'3

    • Lihat 5 Respon