Topeng

Anis
Karya Anis  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Februari 2016
Topeng

Siapa orang di dunia ini yang benar-benar menampakkan wajah aslinya? Ah, kurasa tak ada. Semuanya tak bisa terlepas dari yang namanya topeng. Bukan sebagai penyamaran, namun topeng membuat kita bertahan hidup dengan masih adanya pengakuan dari orang-orang sekitar. Mengapa demikian? Karena mereka sama-sama memakai topeng! Jadi pantaslah jika mau diakui oleh orang yang bertopeng? seseorang juga harus bertopeng. Ah, jadi ingat pahlawan bertopeng di Crayon Shinchan.

Topeng jenis apa yang biasanya sering kita pakai? Bagi mereka yang merasa sok kuat, pasti tetap tersenyum meskipun hatinya sedang kalut. Yah, ungkapan klasik bibir tersenyum hati menangis menjadi mantra andalan. Atau yang berpura-pura sok baik di hadapan orang lain tapi ada maksud jahat yang tersembunyi. Ah, untuk yang ini sudah pasti gampang sekali ditemukan di sinetron-sinetron yang semakin memuakkan di tipi :P

Well, topeng hanyalah kiasan yang bisa memuat makna positif dan negatif. Seseorang yang sebelumnya memiliki perangai kurang baik, lantas ia mencoba berbuat baik, bisa jadi adalah bagian dari proses dirinya untuk 'taubat' menjadi orang baik. Untuk masalah ukuran baik-buruk tidak akan dibahas di sini, jadi jangan bertanya soal itu :D

 

Topeng yang awal mulanya kita kenakan, lama-lama bisa melekat jika kita begitu menyayanginya, sehingga enggan untuk menanggalkannya. Bukankah sesuatu yang sangat dicintai bisa melebur menjadi satu dari sebelumnya yang terdiri dari dua atau lebih bagian? Ah, terlalu berat kata-katanya! :P. Dan setiap orang memiliki hak yang tak bisa dicegah oleh orang lain terhadap topeng apa yang hendak dikenakannya. Namun, seseorang bisa memengaruhi orang lainnya untuk menentukan suatu pilihan. Ya, banyak alasan yang melatarbelakangi segala sesuatu.

Orang-orang memahat topeng pribadinya untuk menyamakan diri dengan komunitasnya. Tujuannya bukan sepenuhnya untuk membentuk kesamaan, namun membentuk harmoni. Seperti sepatu, ia sepasang tapi tak berbentuk sama, karena bentuk mereka adalah bayangan dari lawannya. Eh contohnya gak nyambung ya? :D Intinya, hal-hal yang seragam terkadang monoton untuk dipandang. Hanya perlu kreativitas untuk membuat rekayasa hasil tangkapan indera pelihatan. Bisa dipahami? :D

Hasilnya, orang tak perlu memakai banyak topeng agar diakui semua orang, cukup satu saja agar ia tak dicap sebagai orang yang tak berpendirian :)

 

Maret-April 2014

  • view 259