Bertemu Penulis

Anis
Karya Anis  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Februari 2016
Bertemu Penulis

 

Sabtu, 16 Januari 2016.
Selepas Maghrib, kami bersiap menunggu angkot yang lewat di Jalan Dharmawangsa. Sebelumnya sudah terpikir bahwa jadwal angkot di malam hari cuma sampai pukul enam –entah aslinya mereka beroperasi hingga jam berapa, aku tidak tahu. Namun, ternyata masih ada beberapa angkot yang lewat. Kami mencoba menunggu beberapa menit, barangkali angkot yang kami maksud juga akan muncul. Beberapa menit kemudian hasilnya nihil. Waktu akan terbuang jika hanya menghabiskan menunggu sesuatu yang tidak pasti. Akhirnya, kami putuskan untuk naik taksi.

Taksi berjalan menuju tempat yang kami inginkan. Sebuah toko buku di lantai empat Tunjungan Plaza. Malam minggu itu, ups, sabtu malam maksudnya, akan ada talkshow dan booksigning dengan seorang penulis.

Beberapa hari sebelumnya, aku melihat sebuah info event di facebook tentang acara ini. Event yang dipublish langsung oleh penulisnya –walaupun sebenarnya aku tidak tahu apakah fanpage itu dipegang langsung oleh beliau, atau memiliki beberapa admin :D.

Begitu mengetahui info tersebut, muncul keinginan untuk datang di acara itu. Apalagi posisiku masih ada di Surabaya. Beberapa teman kuberitahu mengenai info ini. Satu-dua teman berantusias. Mendekati hari H, aku masih bingung untuk ke sana dengan siapa, juga bagaimana. Akhirnya, kuajak seorang teman dan dia mau.

 

Sepanjang yang bisa kuingat, aku mengenal penulis ini hanya dari facebook. Waktu itu, saat masih ramai soal pencapresan, ada seorang teman di facebook yang membagikan sebuah notes berisi cerita pendek dari penulis ini. Jika tidak salah ingat, sepertinya cerita itu tentang seorang yang kini telah resmi menjadi orang nomor satu di negeri ini. *maklum agak-agak lupa :D

Setelah me-like halaman penulis itu, beberapa postingan sering lewat di beranda. Ternyata, yang dibahas tidak melulu soal politik. Banyak yang bertema tentang motivasi, semangat, cinta, atau semacam opini yang kadang menurutku menyajikan sesuatu yang berbeda dari pandangan umum. Ya, penulis ini memiliki diksi yang bagus.

Beberapa bulan mengikuti tulisannya, ada pengumuman soal pre-order buku baru yang berjudul Rumah Tangga. Menyimak begitu banyak komentar pembaca yang menyatakan bahwa buku ini bagus, aku penasaran untuk mengetahui isinya. Melihat judulnya, pasti buku ini tidak akan lepas dari bahasan cinta. Sepertinya cinta selalu menjadi bahasan yang tidak akan habis untuk dikisahkan, tidak akan bosan pula orang membaca kisah tentangnya.

Beberapa bulan setelah terbitnya buku itu, akhirnya aku bisa memilikinya –setelah menyisihkan uang jajan, maklum anak kost :P. Dan isinya… huaaa… (silakan baca sendiri yaa, bagi yang penasaran belum baca  :))

Aku dan dua temanku yang lain, sering membicarakan penulis ini. Terutama tentang istri dan kedua anaknya. Mereka seperti keluarga yang sempurna (semoga bukan hanya seperti, tapi kenyataan). Seolah setiap postingan tentang keluarga selalu membuat kami –para komentator postingan tersebut– merasa iri, ingin juga membangun keluarga seperti itu.

 

Kembali ke acara.
Dalam sesi tanya jawab, aku sempat bertanya “Pak, dulu saat bertemu dengan Mbak Rizqa, apa yang membuat yakin bahwa dia adalah jodoh Bapak?”

Saat itu sang MC sepertinya tertawa saat aku memanggil pemateri dengan sebutan ‘Bapak’, sementara dia memanggilnya dengan sapaan ‘Kak’ :D.

Ya, acara itu membedah sebuah novel berjudul Jodoh.

Saat sesi booksigning, aku sempat bertanya apakah boleh meminta tanda tangan untuk judul buku yang lain. Ternyata diperbolehkan. Well, ini jadinya belum ber-Jodoh namun sudah ber-Rumah Tangga. Maklum, saat itu aku hanya membawa buku Rumah Tangga, dan tidak berkeinginan membeli Jodoh. Karena temenku yang lain sudah membelinya, jadi aku bisa pinjam buat baca :))

 

Terima kasih untuk Yulia yang sudah mau menemani di tengah sibuknya tugas akhir.
Terima kasih untuk Nikma yang sudah mau meminjamkan Jodoh-nya. Terima kasih juga buat fotonya.

Juga terima kasih kepada admin yang sudah mengizinkan tulisan ini tampil :)


  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Ooh ini yang namanya Anis Ekowati...

    *Ternyata kita pernah berjodoh.

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Oooo.. kalau sudah tau rumah tangga , tentunya sudah paham jodoh.. hmm

    • Lihat 5 Respon

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    yang ada di kepalanya beliau pasti bilang gini "ooh ini yang namanya anis ekowati", pasti si Bapak senengnya bukan main waktu itu...jadi di endorse nis? wk

    • Lihat 11 Respon

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Aku aja dipanggil pak apalagi mas Fahd

    • Lihat 8 Respon