Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 16 Februari 2016   10:53 WIB
Tentang Rindu pada Seseorang di Masa Lalu

 
Adakalanya kita hanya bisa menahan rindu. Rindu yang terhalang jarak. Bukan tentang berapa kilometer jarak yang memisahkan dua badan. Bukan berapa jam waktu yang memisahkan pertemuan. Jarak tak melulu soal ukuran kilometer dan lamanya waktu.
 
Siluet masa lalu terbayang. Ada kebersamaan kita. Masa-masa yang saat itu kita sadari akan menjadi suatu kenangan di masa selanjutnya. Sesuatu yang membuat masa sekarang penuh dengan cerita. Cerita masa lalu. Entah cerita itu membuatmu ingin merasakan kembali segala yang terjadi di masa lampau atau malah ‘bersyukur’ karena sudah habis masa ‘kelam’ lalu itu. Setiap orang punya persepsi tentang masa lalu yang indah atau buruk.
 
 
Waktu menjadi saksi yang merekam segala perubahan. Hari demi hari berlalu, meninggalkan dirimu yang lama dan membentuk kepribadian barumu. Ada sesuatu yang berbeda dari kita masing-masing, entah penampilan fisik, gaya bicara, maupun cara berpikir. Semuanya berubah. Seperti waktu yang juga tak mau diam di tempatnya.
 
Jarak menjadi jeda bagi kita. Tidak semudah dulu saat ingin menyapa, sekalipun sekadar kata ‘hai’. Ada jeda yang diciptakan waktu. Jeda yang diisi oleh orang-orang baru. Jeda saat kita tidak bersama, untuk sekian lama.
 
 
Tidak ada yang bisa dilakukan selain memastikan bahwa dirimu ‘baik-baik saja’. Memastikan masing-masing dari kita tumbuh sesuai impian masa lalu. Tentu ada kebahagiaan saat mendapatimu bisa tumbuh hebat selama jeda yang memisahkan ini. Mungkin hanya perlu mengintip akun media sosial untuk mengikuti apa yang terjadi pada masing-masing diri kita. Melihat postingan dirimu yang sudah menjadi ‘seseorang’.
 
Tidak ada yang bisa kulakukan selain memberimu sebaris doa. Sebenarnya bukan doa untukmu. Doa itu untuk kita. Akan ada waktu yang tepat untuk kita bernostalgia. Kita urai kembali ingatan masa lalu. Kejadian yang kita suka maupun kita benci untuk diingat. Segala hal.
 
Namun, andai masing-masing dari kita bisa melepaskan ego, mungkin rindu bisa tumpah sekarang. Tapi sepertinya harus menunggu dulu. Ya, akan ada waktu yang tepat.
 
 
 
 
Surabaya, 21 Januari 2016. 

Karya : Anis