Waktu untuk Sendiri

Anis
Karya Anis  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Agustus 2017
Waktu untuk Sendiri

 
Suatu saat kau akan memilih untuk sendiri. Menjalani hidup sendiri. Barangkali bukan pilihanmu di awal, tapi karena runtutan peristiwa yang membuatmu harus memutuskan demikian. Dan entah jujur atau tidak, kau mengumpulkan segala pendapat orang-orang yang juga sendiri, demi membenarkan apa yang kaupilih.

Kau akan terlempar pada keadaan yang membuatmu sesak. Isak tangis dalam hening. Malam menjadi tempatmu mencurahkan segalanya. Kau selalu berkata, hening dan gelap merupakan perpaduan yang mampu memudarkan segala dukamu.

Sepi membuatmu lepas dari berbagai perkataan orang. Orang-orang yang dengan seenaknya melabeli dirimu. Menuntut dirimu harus begini begitu. Mereka begitu berisik, entah peduli atau hanya pengganggu.

Lepas dari semua. Lepas dari kebisingan. Lepas dari segala tuntutan. Pada akhirnya, kau akan mampu menentukan mana yang boleh masuk ke pikiranmu dan mana yang kauanggap angin lalu saja. Sesederhana itu?

Ada hal yang perlu kaulakukan sendiri. Ada hal yang perlu kausimpan sendiri. Cukup dirimu. Tidak perlu pengumuman untuk mereka jika kau mau memulai hal baru. Diam. Kasih bukti suatu saat nanti.

Terkadang beberapa hal memang terlalu rumit jika dipikirkan, padahal itu “cuma” sepele. Apakah hidup yang begini boleh ditertawakan?

Kau tak perlu memikirkan hal ini, cukup jalani saja apa–apa yang harus kauselesaikan dengan segera.

  • view 98

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    3 bulan yang lalu.
    Selalu menyenangkan bisa menikmati waktu untuk diri sendiri. Dunia emang skrg terlampaui berisik, hehe.. Numpang nyampah mbak Anis.

    • Lihat 1 Respon