Masa Gini Aja Kalah?

Anis
Karya Anis  Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 Juli 2017
(belum ada judul)

(belum ada judul)


Kumpulan artikel (sok) motivasi sebagai self-reminder.

Kategori

2.2 K Hak Cipta Terlindungi
Masa Gini Aja Kalah?


Berapa kali kamu mau mengakhiri hidup karena masalah yang terus bertubi-tubi menimpamu? Merasa bosan, merasa lelah. Hopeless, serasa gak ada harapan lagi. Gak ada yang peduli denganmu. Gak ada yang memerhatikanmu. Bahkan, kamu merasa semua orang memperlakukanmu secara berbeda. Ya, barangkali emang gak ada yang mencintaimu.

Jika udah ngerasa kayak gitu, apa lagi yang perlu diperjuangkan dalam hidup? Gak ada?

Jika sebelumnya aku pernah menuliskan what doesn’t kill you makes you stronger, namun masih saja membuatmu tetap pada pendirianmu, apalagi yang bisa kunasihatkan? Dan jika kamu pun mulai lelah untuk berusaha mensyukuri yang ada, termasuk juga kamu ngeluh terus(?), apalagi yang mau kamu dengarkan dariku?

Sebegitu kuat pendirianmu bahkan kamu sudah tidak mempan lagi untuk mendengar kata-kata dari orang lain. Gapapa, gak masalah. Toh, itu pilihanmu sendiri, kan? Mungkin jika nasihat-nasihat menyejukkan gak mampu mengubahmu, kamu butuh tamparan keras. Beberapa masalah yang datang darimu –jika kamu masih percaya bahwa itu datangnya dari Tuhan– sebenarnya untuk menegurmu. Tapi kamu terlalu banyak pertimbangan.

Kamu bisa saja berpikir bahwa masalah itu bukti cinta Tuhan padamu, tapi kadang kamu gak bisa menepis bahwa itu bentuk kemurkaan. Mungkin Tuhan udah gak peduli  lagi padamu, gak sayang, gak menginginkan kamu bahagia. Benarkah begitu?


Sebenarnya apa masalah yang membuatu hingga terpuruk seperti itu? Sudahkah kamu menemukan penyebabnya? Coba katakan padaku, apa yang membuatmu hingga berpikiran bahwa masalahmu begitu so desperated.

Gak diterima di kampus impian? Nilai IP jeblok? Judul tugas akhir gak kunjung diterima? Skripsi mandek?

Cinta ditolak? Pacarmu berkhianat?  Kena PHK? Kelilit utang banyak? Nganggur gak jelas? Usia 25 masih  bergantung sama orang tua? Dipaksa nikah sama orang yang gak kamu suka?

Atau, masalah apa sih di dunia ini yang paling berat? Dibenci semua orang, gak disapa?


Selama apa-apa yang kamu lakuin gak nyalahin norma, kenapa harus khawatir dengan pemikiran-pemikiran yang mencemaskanmu? Kamu seperti meracik racun untuk kematianmu. Iya, segala pemikiran negatif yang perlahan mematikanmu. Padahal dunia masih baik-baik saja, jika kamu bisa menggeser sudut pandangmu.

Dan atas semua masalah yang menimpamu, semua hal yang menyesakkanmu, menyita air mata tiap malam, dan barangkali sudah sampai mewujud dalam bongkahan dendam. Lalu kamu hanya terpikir soal menyerah? Berpikir bahwa gak ada yang bisa dilakuin lagi untuk memperbaiki keadaan? Segitu saja pertahananmu?

Iya, masa cuma segitu?

 

Apakah masalahmu lebih besar ketimbang potensi yang kamu miliki?

Hei, tidakkah kamu mau mencoba untuk mengakui sedikit kelebihanmu? Sekecil apapun kelebihan yang kamu memiliki. Tak apa, bandingkan saja dengan orang lain apa yang gak bisa mereka lakuin sementara kamu mampu. Belum bisa juga? Yakin, gak ada hal kecil sekalipun yang membedakanmu agar kamu lebih ‘tinggi’ dibanding orang lain?

Kalo masih belum ada juga, berarti ini saatnya pembuktian.  Kamu harus bertahan dan memenangkan masalahmu yang sekarang. Dengan tidak menyerah, itu bisa menjadi satu kelebihanmu. Tidak banyak orang yang memiliki masalah seberat dirimu, kan? Jika kamu berani menghadapinya, bukankah itu sesuatu yang hebat? Apalagi jika kamu berhasil melewati tantangan hidupmu itu, bukankah begitu kuat dirimu?


PUA, 18 April 2017 17:32

  • view 53