Jangan Bully Ridho, Mending Pastiin Keluargamu

Anis
Karya Anis  Kategori Renungan
dipublikasikan 04 April 2017
Jangan Bully Ridho, Mending Pastiin Keluargamu

Lagi rame soal artis yang ketauan pake narkoba, ya? Sebenernya gak mengherankan sih, toh sebelum-sebelumnya juga pernah kejadian kan? Sebut saja nama Ahmad Albar, Roy Marten, Roger Danuarta, hingga Sheila Marcia. Mungkin juga bukan rahasia lagi kalo kehidupan para entertainer itu juga punya sisi gelap. Dan dalih yang kerap digunakan adalah, namanya juga manusia biasa, bisa salah dan lupa.

 

Kenapa semua yang enak-enak itu diharamkan
Kenapa semua yang asyik-asyik itu yang dilarang

Siapa yang tak kenal raja dangdut Indonesia. Yang lirik-lirik lagunya penuh dengan nada dakwah. Orang pasti berpikir, jika dengan lagu-lagunya itu sang raja berniat mengajak orang lain menuju kebaikan, maka pastilah ia juga mengajak keluarganya. Gak mungkin kan, kalo ngajakin orang lain sementara keluarganya ditelantarkan?

Begitu kabar tersiar, rame-rame netizen membully. Oh, ternyata sudah dua tahun toh dia jadi pengguna? Termasuk juga mengaitkan dengan lagu-lagu bapaknya. Sungguh terlalu kau, Ridho. Tidakkah kau memikirkan reputasi sang raja dangdut yang belakangan sibuk dengan Partai Idaman-nya?

Kalo mau bandingin anak dan bapak, barangkali kita ingat sejarah Nabi Nuh yang gagal mengajak anaknya pada jalan ketauhidan. Atau juga Nabi Ibrahim yang gagal mencegah ayahnya agar tidak lagi menyembah berhala.

 

Dunia selebritas memang wajar dengan pasang-surut. Yang lama digantiin yang baru. Yang tua digantiin yang muda. Yang kurang kreatif tersingkir. Yang kena kasus harus terpinggir. Semuanya wajar. Kalo toh setelah ini karier Ridho mandek, itu juga wajar. Mungkin setelah ini dia bakal jualan martabak, ngikutin kesuksesan anak Jokowi yang itu. #eh

Jadi sebenernya kita gak perlulah ngebully para artis itu. Kenapa harus dibully? Karena dia (mereka) artis? Sekali lagi, mereka juga manusia. Manusia yang sama dengan yang menghiasi berita-berita kriminal di tipi. Kurir, pengedar, pengguna, hampir tiap hari selalu muncul di media. Satu per satu ditangkap. Tanpa disorot kamera, satu per satu juga bertambah penggunanya. Bahkan mungkin satu per satu juga harus berakhir hidupnya.

Daripada ngebully, mending pastiin bahwa kita dan keluarga kita gak kena dampak buruk dari barang yang satu itu. Pastiin juga sahabat, musuh, mantan, gebetan, atau keluarga calon mertua buat jauh-jauh dari barang haram itu. Ini bagi penganut kalo narkoba itu bener-bener barang haram. Kalo engga? Yaudah migrasi sana ke negara bagian Amerika yang melegalkan ganja dan kawan-kawannya :D

Kan gak lucu misal dia ngebully tapi ternyata juga pemakai. Bully-annya cuma buat nutupi kalo dia anti-narkoba? Jadi mending, pastiin orang terdekat jauh-jauh dari barang itu. Satu orang mastiin satu orang. Satu orang lagi mastiin yang lain lagi. Begitu terus kayak siklus. Jadi kalo ada tanda-tanda penyimpangan, bisa segera diantisipasi.

 

Kalo boleh menyimpang, dampak narkoba barangkali gak sebesar dampak korupsi. Apalagi korupsi yang super dan mega, yang lagi rame sekarang ini. Uang dua triliun. Itu uang satu juta ditumpuk sebanyak satu juta. Bisa kebayang gak setinggi apa?

Kalo narkoba ‘cuma’ nyakitin badan si pemakai, trus mega-korupsi e-KTP nyakitin siapa aja? Seluruh badan rakyat Indonesia bisa sakit. Saking sakitnya, rakyat ini juga bisa khilaf seperti wakilnya. Ada yang nyuri buat bayar tagihan BPJS. Ada yang ngerampok buat bayarin sekolah anaknya. Ada yang nyolong makanan karena kelaparan. Katanya wakil rakyat buat menyampaikan aspirasi untuk kesejahteraan rakyat. Tapi ternyata mereka lebih sayang pada perutnya sendiri.

Oke, skip aja. Dibahas next aja kalo soal korupsi e-KTP :(

 

Terakhir, belum lagi masalah narkoba Ridho menguap, muncul berita soal Fidelis Ari –sang suami yang menanam ganja untuk pengobatan istrinya. Ini gimana ya... semoga ada payung hukum yang jelas jika zat adiktif digunakan untuk pengobatan.

 

  • view 266

  • Virus  Menulis
    Virus  Menulis
    8 bulan yang lalu.
    ,

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    8 bulan yang lalu.
    Ya udah sih biasa aja. Narkoba itu doping buat artis yg jadwal manggungny tinggi. Kaya saya yg tiap hari getak getok keyboard ampe tengah malam. Tapi doping saya bukan narkoba melainkan kabar dari dia. Karena dg dia memberi kabar saya sudah merasa bugar. Hihi

    • Lihat 1 Respon

  • 31 
    31 
    8 bulan yang lalu.
    Mari kita pastiin.

    • Lihat 8 Respon