Jaga Kata-kata

Anis
Karya Anis  Kategori Lainnya
dipublikasikan 20 Desember 2016
Jaga Kata-kata

 

Akhir-akhir ini, tiap buka medsos banyak yang bikin kesel. Bukan karena banyaknya postingan iklan produk bersponsor. Bukan juga karena status para ababil. Namun akibat banyaknya postingan provokatif. Postingan yang memicu debat dan bully-an.

Alhasil yang mulanya pengen kepo akun gebetan, jadi geregetan karena lihat share video cakar-cakaran. Yang awalnya mau nyimak status motivasi, jadi emosi, pengen ikut ngebully pabrik roti yang katanya ikut mendukung aksi.

 

Saya cuma pengguna fesbuk yang pasif. Karena gak pernah teriak-teriak kalo ada yang nge-like atau ngomen status, apalagi kalo ada pesan masuk (eh, definisi pasif bukan gini, ya).

Tiap hari selalu ada yang baru untuk jadi trend. Selalu ada yang diperdebatkan. Selalu ada yang jadi viral. Selalu ada yang jadi bahan bully-an.

Karena cuma passive user, saya gak selalu nge-share postingan yang lagi viral. Tanya kenapa? Karena saya pikir teman-teman saya udah pada tahu. Tujuan di-share tentu agar semakin banyak orang yang tahu, kan. Dan untuk video seorang ibu yang marah-marah dengan Pak Pol, saya pikir saya tidak akan berdosa meskipun tidak ikut membagikannya.

Sama gak berdosanya saat gak nge-share foto roti yang diinjak. Sebegitu bencinyakah hingga roti diperlakukan seperti itu?  Padahal itu adalah roti yang s(y)ari karena masih memiliki label sertifikat halal dari MUI. Beda dengan warung nasi yang sering saya datangi. Gak ada tanda halalnya, tapi kami –para pembeli— percaya bahwa gak mungkin kalau barang yang dijual di sana gak halal. Daripada itu roti diinjak dan jadi mubadzir, mending dikasih ke golongan anak kost macam kami. *lah, mental gratisan.

 

Kadang yang bikin sebel (atau malah seru?) bukan dari konten postingan, tapi dari komentarnya. Ada yang langsung nge-judge, ­seolah-olah dia benar tanpa punya salah, dan orang lain salah tanpa ada benarnya sedikitpun. Ada baiknya sebelum komen atau share, diteliti dulu. Bener gak sih kayak gitu? Kan malu juga kalau kasusnya kayak di bawah ini.

Ternyata itu adalah dua orang yang berbeda. 

Kenapa Mas Ulin ini bisa kelihatan begitu kembar dengan Mbak Amalia, ya?

 

Postingan provokatif gak kalah menyebalkan. Dengan pemilihan judul yang ‘wow’, membuat orang penasaran pengen buka link. Gak diperhatikan alamatnya valid atau engga, baca artikel di dalamnya langsung bikin emosi. Gak tahunya itu adalah situs berita hoax. Kabarnya, yang usaha ginian untungnya gede. Sampai 30 juta per bulan? Keren. Sepertinya ini boleh jadi lirikan bagi sarjana yang masih menganggur. Tapi kayaknya masih gedean penghasilan Dimas Kanjeng, ya?

Kadang kita begitu ingin mengomentari semua hal, lalu terjebak pada perdebatan ‘penting’ yang sebenarnya masih ada hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan. Karena gak jarang debat jadi pemicu permusuhan, padahal yang berdebat sama-sama beragama. Bukannya beragama itu untuk mencari kedamaian, kenapa malah bercerai?

Gak masalah jika punya pilihan berbeda, dalam pilpres atau pilkada misalnya. Jika gak suka dengan pilihan teman, gak perlu mencari keburukan apa yang dipilihnya. Itu hanya satu perbedaan, sementara ada berapa banyak hal yang bisa menyatukan kita?

Selain menjaga lisan, mengendalikan jari juga penting. Jaga kata-kata. Selain bisa kena UU ITE, ini juga bisa bikin malaikat sibuk. Iya kalau malaikat Raqib yang sibuk gapapa, kalau yang sibuk malah malaikat Atid yang nyatet amal buruk kita, gimana?

 


  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    7 bulan yang lalu.
    @Anis, laporkan dan penjarakan saja yang suka menyebar link berita HOAX........hahahhah :V :V :V ......... biar kapok......(biasanya kalau sudah mau ditangkap polisi....langsung ketakutan dipenjara dan nangis2 minta maaf.......)

    • Lihat 2 Respon

  • Trias Abdullah
    Trias Abdullah
    11 bulan yang lalu.
    Jujur sekali nis. Suara anak muda

  • alf 
    alf 
    11 bulan yang lalu.
    setujuuuuu... sepakaat.. sepahaaaam

  • 31 
    31 
    11 bulan yang lalu.
    Hoax itu fitnah..kasimin kalau banyak duit tapi jual fitnah..hanya dengan fitnah orang bisa perang saudara..
    yang satu panas lalu cari status hoax lain buat nyerang..yanglain balas lagi dengan ngasih hoax juga..

    • Lihat 1 Respon