Karena Kita Suka Didengar

Anis
Karya Anis  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Desember 2016
Karena Kita Suka Didengar

Beberapa masalah yang kita alami dalam hidup kadang ingin kita simpan sendiri. Entah alasannya karena kita merasa sok kuat, merasa malu dengan suatu kejadian, merasa masalah tersebut hanyalah soal sepele, yang ujung-ujungnya adalah keputusan untuk tidak membaginya dengan orang lain.

Tak mengapa, tak ada yang salah dengan pilihan itu.

Beberapa masalah lain, kadang mendapat perlakuan sebaliknya. Kita begitu ingin bercerita dengan orang lain. Tujuan awalnya barangkali bukan untuk meminta solusi, tapi hanya ingin didengar. Ya, di-de-ngar. Seberapa mudah menemukan teman yang benar-benar mau menyimak cerita kita? Kita mungkin memiliki banyak teman, tapi berapa orang yang mau jadi pendengar?

Beberapa waktu yang lalu teman saya sering mengirimkan pesan. Isinya memang bukan pesan penting atau darurat bin mendesak, yang jika tidak saya balas pun sebenarnya saya tidak akan berdosa. Kemudian cerita mulai mengalir. Cerita yang sama dengan yang pernah saya dengar dari dia sebelumnya. Inti persoalannya sama.

Sewaktu kami bertemu, dia menceritakan semuanya. Jika dia meminta saran, apa yang akan saya sarankan tidak akan jauh beda dengan sebelum-sebelumnya. Barangkali karena masalahnya adalah soal cinta, jadi susah jika hanya memakai logika. Saya yakin bahwa dia tahu apa yang harus diputuskan. Keputusan terbaik apa yang harus diambil. Tapi dalam hal ini, yang dia butuhkan adalah seorang pendengar. Dia butuh tempat ‘pelampiasan’ untuk menumpahkan beban di pikirannya. Setidaknya ini yang bisa saya simpulkan.

Barangkali saya bukan ‘sahabat terbaik’ baginya, tapi karena saya tidak ‘pandai’ untuk ‘bercerita’, akhirnya saya memilih untuk menjadi pendengar.

Didengar oleh orang yang tepat mungkin bisa membuat kita lega. Selain berhasil melampiaskan rasa, juga merasa dihargai karena orang lain menaruh perhatian pada kita.

Dan bagi pendengar, apakah ia merugi? Tidak. Pendengar bisa belajar dari kisah hidup orang yang didengarkannya. Bisa tahu bagaimana seseorang memandang kehidupan. Atau bisa juga melakukan perbandingan terhadap masalah yang sedang dialami diri sendiri –terlebih jika merasa memiliki masalah-paling-berat-sedunia.

Yang paling indah tentu saat bisa saling mendengar dan saling didengarkan. Saling bertukar isi pikiran akan membuat kita memiliki banyak cara pandang dalam hidup...

bersambung...

 

 

Sby, 13 Des 2016, 15.35


  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Bijak sekali mbak Anis isi tulisannya. Hehe..

  • Arif Syahertian
    Arif Syahertian
    1 tahun yang lalu.
    Intinya, jadilah pendengar yg baik. Hehehe. Always listening; always understanding. (ALAU)

    • Lihat 1 Respon

  • Harmawati 
    Harmawati 
    1 tahun yang lalu.

    Mau cerita mau didengar dan ada juga yang mau mendengar, lalu masalahnya adalah yg mau bercerita sendiri ini bingung bgaimana mana memulai ceritanya, masih merasa doubt apa ceritanya ini benar mau dceritakan karena sbnrnya masalahnya jga ga pnting2 amat
    *maaptpbukancurhat

    • Lihat 5 Respon

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    betul sekali mba. Solusi itu menurut saya gak ngaruh. Apalagi tips

    • Lihat 10 Respon