Galau? Turn Back to Allah!

Anis
Karya Anis  Kategori Motivasi
dipublikasikan 25 Agustus 2016
Galau? Turn Back to Allah!

 

Siapa yang gak pernah merasa galau. ‘Penyakit’ yang satu ini sepertinya pernah dirasakan semua orang. Dari yang galau milih kampus, milih jurusan, ngerjain skripsi, ngelamar kerja, sampai ngelamar calon mertua. Eh, calon istri maksudnya.

Atau masih ada yang galau karena jomblo? Ups. Ini bukan Saturday night, kan?

Kenapa ada rasa galau? Galau alias keadaan pikiran yang kacau dan tidak karuan ini biasanya dipicu karena bingung mau ngelakuin apa. Saya pernah denger dari radio, bahwa mereka yang galau itu harusnya bersyukur. Kok bersyukur?

Ya, karena artinya mereka memiliki beberapa pilihan. Kalo seseorang gak punya pilihan, kenapa harus bingung? Galau milih jurusan, artinya ada beberapa jurusan yang bisa dipilih. Galau nentuin jodoh, pastinya juga gak cuma seorang calon pendamping yang tersedia. Betul atau bener?

Galau ini juga bisa muncul karena kita kurang mensyukuri pemberian Allah. sering berprasangka buruk, tidak ridho atas apa yang sudah menjadi 'jatah hidup', serta tidak sabar menjalani proses kehidupan.

 

Apa yang sering kita lakukan saat galau? Ngeluh, bikin status galau, dengerin lagu baper? Biasanya kalo lagi ditimpa musibah, nahan buat gak ngeluh itu rasanya susaaah.

“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia kikir. Kecuali orang-orang yang melaksanakan salat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu…” (Al-Maarij: 19-24)

Dari sini kita tahu bahwa mengeluh memang sifat manusia. Hanya saja, ke mana keluhan itu harus dilampiaskan? Dinding facebook tentu bukan tempat untuk melaporkan segala kegelisahan selama masih ada sajadah, tempat bersujud.

 

Banyak orang galau merasa bahwa permasalahannya paliiiing  sulit. Merasa bahwa pertolongan tidak kunjung dihadirkan padanya.

“…Ingatlah, bahwa pertolongan Allah itu dekat.” (2: 214).
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (2: 153).

Cinta ditolak, dukun bertindak? Ah, itu dulu. Sekarang mah cinta ditolak, tahajud yang bertindak. Kenapa harus jauh-jauh ke rumah Mbah Dukun jika kita punya Allah? ‘Surat-surat cinta’ dari Allah pun sudah menyediakan jawabannya. Bukankah kita sepakat bahwa Quran adalah pemberi petunjuk dan obat –hudan lil muttaqin dan syifa’ lil mukminin?

 

Mungkin kita galau karena kebanyakan mikir dan kekurangan dzikir. Kalo kata Aa Gym:
Kita itu kebanyakan mikir, kurang dzikir. Makanya hidup ini terpelintir, mutir-mutir.
Stres itu karena kebanyakan mikir.
Galau, risau, resah, gelisah, itu pasti kebanyakan mikir dan kurang dzikir.
Jadi gimana nih, apa kita tidak boleh mikir?
Siapa yang melarang? Harus, mikir.
Tapi… setiap mikir, jadi dzikir. Itu rumusnya.

Saking banyaknya mikir, kita lupa untuk mengingat siapa yang menghendaki permasalahan itu datang. Lupa juga siapa yang seharusnya dijadikan tempat meminta pertolongan. Alhasil, Allah menegur kita dengan memberikan kegelisahan. Bisa jadi itu adalah cara agar kita segera dzikir (mengingat) pada-Nya. “… Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (Ar-Ra’d: 28)

Jadi kalo galau menyapa, larinya jangan koar-koar di medsos. Jadikan Allah sebagai satu-satunya tempat mengadu. Hasbunallah wanikmal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir. Cukup Allah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung.

Saya akhiri tulisan ini dengan mengutip pernyataan dari Boona Mohammed, "Pertolongan Allah itu dekat, namun seberapa dekat dirimu dengan Allah?"


 

 Surabaya, 25 Agustus 2016 23.20.


  • Senja 
    Senja 
    1 tahun yang lalu.
    Keren tulisannya, Terimakasih Anis

  • Aini Latifah
    Aini Latifah
    1 tahun yang lalu.
    Pas bgt saya lagi galau mba anis terimakasih tulisannya mengispirarasi

    • Lihat 3 Respon

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Subhanallah..adem bacanya..
    Seadem yang nulis

    • Lihat 2 Respon