Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 23 Agustus 2016   10:04 WIB
Saya Harus Gimana agar Saat Kamu Nge-klik Judul Tulisan ini, Gak Sia-sia?

 

Awalnya saya ingin memberi judul tulisan ini ‘Apa yang Harus Dilakukan agar Saat Orang Lain Meng-klik Judul Tulisan Kita, Tidak Menjadi Sia-Sia?’  Terlalu panjang, ya? Memang. Pertanyaan itu terlintas di benak saya sejak beberapa waktu lalu. Mungkin sudah sejak beberapa bulan lalu.

Karena saya belum menemukan jawaban dari pertanyaan itu, plus bukan seorang motivator, akhirnya judul yang muncul adalah 'Apa yang Harus Saya Lakukan agar Saat Kamu Nge-klik Judul Tulisan ini, Tidak Sia-Sia?'  Pas mau diposting ternyata maksimal  judul adalah 80 karakter. Akhirnya judul yang tertulis jadi seperti itu.

Sebenarnya saya bukan member yang aktif di platform ini. Cuma beberapa kali terlihat sering ‘nyampah’ komentar di beberapa lapak karya para inspirator. Dari kelima kategori, yang sering saya tengok adalah Tulisan. Bukan karena doyan baca, tapi karena kategori ini yang paling ramai dibandingkan yang lain.

Tidak ada pertimbangan khusus tentang karya mana yang ingin saya baca. Tapi, setidaknya ada empat ‘daya jual’ yang membuat saya ingin membuka ‘bungkusan’ postingan seseorang. Thumbnail, judul, ringkasan, dan nama inspirator.

Kadang thumbnail yang kurang menarik bisa ditutupi dengan judul dan ringkasan yang ‘memancing’. Atau bagi yang jam terbangnya sudah tinggi, alias sudah jadi inspirator idola, melihat namanya saja sudah membuat saya, kita, ingin ‘membuka’ karyanya. Tidak lagi memedulikan perihal thumbnail, judul, atau ringkasan. Kita sudah tidak perlu lagi meragukan isinya.

Isi memang menjadi penentu. Kadang, sekali atau dua kali merasa kecewa saat membuka isi karya orang lain, membuat kita berasumsi bahwa karya selanjutnya juga demikian. Akhirnya, muncul semacam label tententu saat kita melihat nama pengunggah karya. Eh, iya emang?  Mungkin ini hanya penilaian obyektif saya saja.

 

Semua karya yang tersaji di sini seolah masih terbungkus. Kita hanya bisa melihat ‘luaran’ saja. Viewers akan menduga-duga isinya. Satu hal yang setidaknya harus direnungkan pengunggah karya: apakah karya saya bisa memberi manfaat bagi yang melihat, membaca, mendengar, atau menontonnya? Atau sebaliknya, viewers merasa terbuang waktunya gara-gara menyempatkan nge-klik judul karya saya?

Terlepas dari semua itu, ada satu hal yang harus kita maklumi. Barangkali tujuan berkarya bagi setiap orang berbeda. Ada yang berkarya untuk dirinya sendiri; tidak peduli soal penilaian orang lain sama sekali, hanya ingin melampiaskan perasaan, iseng bikin karya. Ada juga yang berkarya untuk orang lain; berharap ada yang membaca, ada yang menyukai, dan ada yang bisa mengambil manfaat dari gagasan yang disampaikan.

 

Saya kembalikan lagi pertanyaan judul tulisan di atas pada diri saya: Apa yang harus saya lakukan agar saat kamu nge-klik judul karya-karya saya, tidak menjadi sia-sia?

 

Kipas angin di samping saya membuat ngantuk. Sepertinya cukup dulu igauan siang ini. Semoga kamu yang membaca tidak merasa sia-sia setelah terpaksa membuka tulisan ini.

 

Perpus, 23 Agustus 2016.

Karya : Anis