Baju Baru dan Ulang Tahun yang Dibenci

Anis
Karya Anis  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 Agustus 2016
Baju Baru dan Ulang Tahun yang Dibenci

thumbnail dari sini.

 

Flo langsung berlari ke kamarnya dan mengempaskan badan di atas ranjang. Dari kedua kelopak matanya mulai mengalir titik-titik embun. Wajah ceria sang ibu yang menyambutnya saat pulang tadi tidak dihiraukannya. Perempuan itu bergegas menghampiri anaknya.

“Gimana tadi pesta ulang tahunnya?”

Flo beranjak memeluk ibunya, air di matanya mulai menganak sungai.

“Teman-teman menertawakan bajuku, Bu.”

 

Tangis Flo kian sesenggukan. Betapa tidak, semalaman ia membayangkan akan memiliki baju baru untuk menghadiri pesta ulang tahun. Pesta yang pertama kali dihadiri, meskipun bukan pertama kali mendapat undangan pesta ulang tahun dari teman-temannya. Sebelumnya ia selalu gagal menghadiri pesta karena tidak memiliki baju bagus.

Semalaman ia melihat kaki sang ibu menari-nari pada mesin jahit, hingga tertidur. Jika biasanya ibu hanya menjahitkan pakaian untuk orang lain, kali ini Flo yang akan dibuatkan baju baru. Ketika pagi membuka matanya, lipatan sepasang pakaian itu telah tergeletak di dekat bantalnya. Baju berlengan pendek berwarna merah garis-garis hitam. Begitu juga dengan celananya, ukuran pendek dengan warna motif senada.

Memiliki baju baru adalah kebahagiaan yang sulit Flo ungkapkan. Pakaian yang dikenakannya sore itu adalah baju terbaik yang dimilikinya. Baju dan celana terbagus di antara pakaian yang ada, yang bisa membuatnya menghadiri pesta ulang tahun temannya. Maklum, ia hanya punya dua pasang baju seragam sekolah dan tiga celana butut serta beberapa helai baju yang sudah kumal lantaran sering dipakai bermain. Selebihnya, tidak ada potongan baju lain di lemarinya.

Flo begitu bersemangat dan percaya diri menghadiri pesta itu. Senyuman terakhir saat ia bercermin membuatnya sangat yakin bahwa penampilannya sudah perfect. Pujian dari ibunya juga semakin menguatkan. “Kamu tampan sekali dengan baju itu, Flo. Serasi.”

 ~~

Tangan sang ibu mengelus lembut kepala anaknya seraya berkata, “Mereka hanya iri karena bajumu terlihat lebih bagus, Flo…”

Sejak saat itu Flo membenci ulang tahun. Hari paling buruk di masa kecilnya, hingga membuatnya tidak ingin seorang pun mengingat hari ulang tahunnya. Ya, ia trauma dengan pesta ulang tahun.

Hingga suatu saat ketika dewasa, Flo mengetahui satu hal. Ada rasa sesal karena menceritakan keluhan atas perlakuan teman-temannya di pesta ulang tahun dulu. Cerita di balik baju itu sungguh mengharukan. Banyak pengorbanan yang dilakukan ibunya demi baju itu.

Ibu Flo yang seorang penjahit ternyata “mencuri” bahan baju baru itu dari pelanggannya. Entah bagaimana cara sang ibu mengukur pesanan baju orang, sehingga masih terdapat sisa yang bisa dibuat untuk baju lagi. Flo baru menyadari mengapa saat itu lengan bajunya sangat pendek, begitu juga celananya yang hanya sepangkal paha. Ukuran kain yang diambil sang ibu sangat pas-pasan, tentu tanpa izin pelanggannya.

Namun, tetap saja Flo membenci ulang tahun. Rasa trauma tetap membuatnya keras kepala berharap agar setiap tahun tidak ada yang mengingat hari ulang tahunnya.


 

  

*adopted from true story of Andy Flores Noya's life, host Kick Andy!

 

  • view 214