Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 9 Agustus 2016   01:53 WIB
Desperate

1.37

Hal apa yang lebih menyedihkan bagi seseorang selain kehilangan harapan? Bahkan harapan yang diciptakannya sendiri, ia tidak percaya lagi. Miris, bukan? Ia merasa dirinya tidak akan mampu memenangkan 'pertandingan' dalam hidup. Pertandingan yang seperti apa? Bukankah setiap orang bisa menjadi pemenang dengan caranya masing-masing, dan di 'tempat' masing-masing?

Ketika semua orang di sekelilingmu tidak percaya lagi denganmu, akankah dirimu juga meragukan kemampuanmu? Kenapa tidak membuktikan bahwa kamu bisa. Bahwa kamu tidak seperti yang mereka pikirkan. Mengapa harus menyerah hanya karena penilaian orang lain?

Barangkali di titik nadir seperti ini kamu merasa bahwa semesta mendukungmu. Mendukung untuk menjungkalkanmu. Memberimu kesialan-kesialan. Dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Kemana kamu akan menguatkan dirimu saat di titik terendah itu? Kamu boleh menyerah. Kamu pun boleh melanjutkan pertandingan. Berspekulasi dengan segala hasil yang tidak menentu. Bisa saja kamu beruntung. Bisa saja kamu menang. Atau kamu tetap membiarkan pikiranmu dipenuhi rasa pesimis hingga kamu berpikir akan kalah? Pilihan ada di tanganmu.

 

Hal apa yang lebih menyedihkan bagi seseorang selain kehilangan harapan? Semua hari dan perubahan waktu tidak bermakna apapun. Waktu berputar tanpa ada pergerakan hidup. Seberapa menyakitkan hal seperti ini?

 

Kamu tahu tentang petuah lama ini. Mungkin jarak antara harapan dan perwujudan mimpimu tinggal sejengkal lagi. Sedikit lagi. Kalau saja kamu mau bersabar, kamu akan segera terbebas dari belenggu keragu-raguan dan pesimismu. Jika kamu menyerah, mungkin kamu akan lebih cepat terbebas dari masalahmu, namun kamu gagal untuk menjemput hasil kemenanganmu. Begitu tipis jaraknya.


 

 

Karya : Anis