Susahkah Menjadi Diri Sendiri?

Anis
Karya Anis  Kategori Motivasi
dipublikasikan 28 Juli 2016
Susahkah Menjadi Diri Sendiri?

28 Juli 2016 11.38

Saya lupa di buku yang mana, Robert Kiyosaki pernah menyatakan yang intinya sebagai berikut.

Ada tiga jenis kelompok dari orang-orang di sekitar kita. Sepertiga pertama adalah mereka yang menyukai kita, sepertiga kedua yang membenci, dan sepertiga terakhir adalah kelompok netral. Tugas kita tentunya bukan berfokus pada kelompok yang kedua. Tugas kita adalah menarik kelompok ketiga agar bisa masuk ke kelompok pertama.

 

Suatu hari Alfi akan datang ke sebuah acara reuni SMA.  Namanya wanita, selalu ribet ya kalau milih baju buat pergi? Ia sudah punya tiga opsi baju: pink, hitam, dan biru. Mau pake pink, ia teringat kata si Yanti kalo warna itu tidak cocok untuk kulitnya. Mau pake biru, kata si Dewi gak cocok modelnya. Pake hitam sepertinya bagus. Ia mengirimkan pesan kepada Ayu, sekadar minta pendapat, barangkali sama dengan harapannya. Kata Ayu, mending pake yang cerah.

Berapa waktu yang Alfi habiskan untuk sekadar menimbang pendapat orang lain atas keputusan yang diambilnya?

Bukankah jika kita merasa pede dengan apa yang kita pakai, maka apapun yang kita kenakan akan terlihat keren? Pun sebaliknya, mau sebagus apapun pakaian yang melekat di badan kita, kalo si pemakainya pesimis, ragu, dan minder, apakah penampilannya akan terlihat sempurna?

--

“Malam minggu kok di rumah mulu, Mas, gak pergi ngapelin pacarnya?” sapa seorang tetangga kepada Arya.

Kalo ini kalimat tanya yang berbasa-basi dan guyonan, maka si Arya bisa mafhum. Apalagi kalo dia juga suka humor, mungkin akan dijawab, “Kemarin udah malam Sabtu-an, Pak, pergi ke taman ini, tempatnya rame. Kalo kami pergi lagi, kasian ntar yang lain gak bisa berkunjung sana.”

Tentu beda jika dia tipe orang yang mudah marah, mungkin akan dijawab, “Ngapain sih ngurus-ngurus acara orang. Gak ada kerjaan lain, ya?”

Mungkin si penyapa memang sedang berbasa-basi, guyonan, atau menyindir si Arya yang barangkali memang masih single. Tipe penyapa ini pun bisa beragam. Ada yang menyampaikan dengan nada humor, sindiran halus, sindiran kasar, bahkan menyampaikan di belakang orang yang dibicarakan.

--

Selain pendapat orang lain, kadang yang menganggu kita adalah orang yang sok­ ngurus. Saya kadang agak sulit membedakan antara mereka yang peduli dengan yang nyari gara-gara, alias gak ada kerjaan lain.

Ada yang peduli dengan mengingatkan secara halus. Mungkin ada juga yang disampaikan dengan nada sedikit menyakitkan. Barangkali juga tergantung dari cara kita menanggapinya.

 

Kita memang tidak akan pernah bisa membahagiakan semua orang. Pasti akan ada satu atau  beberapa orang yang tetap membenci apa yang kita lakukan, sekalipun itu hal kebaikan. Jika kita menuruti kemauan semua orang, mungkin kita tidak akan segera memulai tindakan. Pasti sudah banyak kutipan-kutipan bijak yang memotivasi hal ini.

Kamu pernah dengar kisah seorang bapak, anak, dan keledai, kan? Tidak perlu saya jelaskan, kamu pasti sudah dapat point-­nya.

 

 

Begitu susahkah menjadi diri sendiri?

Memang, sebagai makhluk sosial kita tidak akan bisa lepas dari pengaruh dan interaksi dengan orang lain. Kita perlu beradaptasi dengan lingkungan.

Hanya saja, kita selalu punya pilihan atas apa yang ingin kita ambil dan tidak ambil. Pendapat mana yang mau kita ambil? Pendapat mana yang tidak akan kita ambil? Tidak semuanya harus dituruti.

Yang paling utama, pastikan bahwa apa yang kita lakukan tidak merugikan orang lain, tidak menyinggung, pun tidak melanggar aturan yang ada.

 

Saat kamu jenuh dengan berbagai penilaian orang lain yang membuatmu terbebani, mungkin kamu perlu mengikuti lantunan lagu ini.

 

Saakunu ana, man ardho ana, lan as-‘a la lir dhohum
Waakunu ana, ma ahwaana, ma li wama lir dhohum


 Terjemahan bebas versi saya begini:

Aku akan menjadi yang kuinginkan, aku tidak memerlukan orang lain menerimaku.
Aku akan menjadi apa yang kusuka. Mengapa aku harus peduli dengan penerimaan mereka kepadaku?

 

Menurut kamu, bagaimana cara menjadi diri sendiri yang jitu?


  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Tiful itu siapa nis?

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Bagaimana cara menarik kelompok ke tiga ke kelompok pertama?

    • Lihat 27 Respon