Surat dari Sang Maha Cinta

Anis
Karya Anis  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Juli 2016
Surat dari Sang Maha Cinta

?

"Ketika sepasang kekasih tidak dapat berjumpa, hal terbaik yang dilakukan adalah mengirimkan pesan cinta, yang biasanya kita sebut surat cinta. Ketika surat itu sampai, pecinta sejati akan membaca surat tersebut lagi dan lagi, untuk menikmati kata-kata dari sang kekasih. Seperti itulah Quran, surat cinta dari Allah, dari Sang Maha Cinta untukmu. ??" (Syaikh Hamza Yusuf)


?

?

?Kalau kata guruku gini, mau dan mampu beli buku ini itu, tapi gak mau beli Quran yang bagus.?
Kalimat itu saya peroleh dari sebuah obrolan pendek secara online dengan seorang bapak mas yang juga inspirator di sini. Ngomongin bahasa Arab, endingnya jatuh juga ke Quran. Bahasa Arab adalah bahasa yang abadi, karena ia adalah bahasa Quran.

Pelajarilah bahasa Arab, karena itu adalah bagian penting dari agama kalian. Begitu kira-kira yang pernah disampaikan oleh salah seorang sahabat Nabi, Umar bin Khattab.

Jauh sebelum saya memperoleh kalimat di atas, ada kalimat lain yang rasanya lebih nyesek.?
?Namatin novel yang tebel, seminggu bisa. Masa khatamin Quran sebulan gak cukup??

?

Kenapa gak bisa? Apa karena isi Quran yang ?itu-itu saja??
Yang bilang ?itu-itu saja? pun sebenarnya perlu dipertanyakan. Apakah itu karena ?bosan?? Apakah rasa ?bosan? itu mewakili kemampuan sudah memahami keseluruhan isinya? Tentu beda kan, dengan baca novel yang temanya beragam, dari penulis ini dan itu. Atau?genre?buku lainnya yang tidak membuat bosan.

Mungkin kamu pernah mendengar cerita perumpamaan berikut.
Seorang anak pergi ke sungai dengan membawa keranjang untuk mengambil air. Keranjang itu tentu tidak rapat, alias bolong-bolong. Apakah ia berhasil membawa air hingga sampai ke rumahnya? Mau berkali-kali bolak-balik pun, pasti airnya tumpah dan menetes di jalan.?

Namun, apakah tindakannya sia-sia? Tidak. Keranjang yang dibawanya bisa terlihat lebih bersih dari keadaan semula.

Jika keranjang itu adalah hati, pikiran, jiwa, atau bagian tubuh manapun dari kita yang masih kotor, sementara air di sungai adalah Quran,?maka meskipun seseorang membaca Quran tanpa tahu artinya, ia masih bisa mendapatkan manfaat.

Betapa Maha Pemurah Dia. Bukan yang hanya belum mengerti, yang masih terbata-bata pun diganjar dengan pahala.???Orang yang mahir membaca Al-Quran, dia berada bersama para malaikat yang terhormat, dan orang yang terbata-bata di dalam membaca Al-Quran serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala,? ?(Al-hadits).

?

Alasan kedua malas nge-khatamin, mungkin karena membaca Quran harus punya wudhu. Apakah ini halangan? Kalau tekad kuat sih harusnya tanpa alasan.

Alasan ketiga, baca novel bisa di sembarang tempat. Sementara baca Quran? Yakin kamu mau baca Quran di bus, di stasiun, di tempat umum dan ramai lainnya? Atau karena kesan sok-religius? Ah, entah. Saya pun tidak tahu jika ditanya tentang ini.

Teringat dengan hal seperti ini tidak jarang membuat saya ?sebal? dengan diri sendiri. Seberapa besar sih cinta saya pada Tuhan? Mengaku-ngaku cinta, tapi apa buktinya?

?

Barangkali saya hanya bisa termenung seperti lantunan lagu Edcoustic.

?

Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri
padahal diriku terlalu sering membuatmu kecewa
Entah mungkin karena kuterlena
sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali
dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakan-Mu
betapa tak ada apa-apanya, aku di hadapan-Mu

Aku ingin mencintai-Mu setulusnya
sebenar-benar aku cinta
dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekati-Mu selamanya
sehina apapun diriku
kuberharap untuk bertemu dengan-Mu, Ya Rabbi?

?

?

Entah, rasanya saya kehabisan kata jika harus menuliskan segala kekurangan tentang betapa masih jauhnya saya dengan Dia. Betapa saya belum sungguh-sungguh untuk pedekate pada-Nya. Ah, biarlah saya dan Dia saja yang tahu.

?

Maaf aku masih belum setia untuk membaca surat-surat itu,
hingga tak jarang aku lebih suka membaca yang lain.

?

?

?


Surabaya, 25 Juli 2016 Isya.


  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Saya suka dg gaya bahasany. Makasih udah nulis di inspirasi yg gak hobi baca jadi minat baca. Mohon bimbingannya

    • Lihat 23 Respon

  • Simfoni Negeri
    Simfoni Negeri
    1 tahun yang lalu.
    tulisan yang bagus. banyak manusia tidak atau jarang menikmati Al Quran karena mereka tidak paham isinya. kita hanya 'melafalkan' bukan 'membaca' Al Quran. kurang ada sesuatu yang masuk di pemahaman.
    saya suka dengan penambahan ilustrasi lagu Edcoustic. lagu itu sangat memorable bagi saya

    • Lihat 1 Respon

  • Trias Abdullah
    Trias Abdullah
    1 tahun yang lalu.
    Saya suka dengan analogi saringan dan sungai. Mantap nis

    • Lihat 1 Respon

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Saya baca besok pagi ah..

    • Lihat 10 Respon