Tentang Orang Kepo di Hari Lebaran

Anis
Karya Anis  Kategori Renungan
dipublikasikan 09 Juli 2016
Tentang Orang Kepo di Hari Lebaran

siapa yang sebelumnya belum pernah melihat tulisan pada thumbnail di atas yang udah banyak bertebaran di sosmed sedari kemarin?


 

Momen Lebaran selalu menjadi waktu bagi beberapa kerabat untuk kepo. Istilah yang memiliki kepanjangan know every particular object ini sebenarnya tidak bermakna negatif. Hanya saja, kadang apa yang mereka kepo-in bikin kita sebel, seolah ingin berujar “Dasar kepo!”

Siapa yang pas berkunjung ke rumah saudara, trus ditanya “Kapan nikah?” dan udah berapa kali ditanya? :P Bagi yang udah punya calon sih gak bakal ‘risih’ ngadepin pertanyaan ini. Nah, bagi yang masih … (isi sendiri ya)

 

Pernah merasa heran gak, kenapa setiap tahun mereka melulu menanyakan hal yang sama. Apa karena gak ada topik lain?

Mungkin kita bisa ngalihin tentang topik kawasan wisata yang penuh sampah dari para pengunjung. Atau tentang heli TNI yang jatuh. Atau ngomongin cara bikin madu mongso? Bisa juga bahas keluarga ayam yang bersedih karena selalu dijadikan opor. Asal jangan ngomongin soal jalur mudik yang macet ya, itu membosankan. Tiap tahun berita televisi selalu penuh dengan hal itu!

 

Balik lagi soal kepo, sebenarnya ada satu-dua hal yang patut kita renungkan.

Kenapa mereka menanyakan hal yang sama setiap tahunnya? Misal tahun kemarin ditanya “Kapan lulus?” Tahun ini ditanya itu lagi. Jeda satu tahun masa belum lulus juga? Udah semester berapa, euy. Satu tahun ngapain aja kok belum kelar itu tugas akhir. Tahun berikutnya pasti gak ada pertanyaan itu lagi, kan. Jangan sampai!

 

Saat ditanya “Kapan nikah?”, yang bisa kita renungkan adalah…

Apakah kita sudah punya rencana untuk menikah –usia berapa. Misalkan usia sekarang udah dua puluh lebih sekian, bakal berapa tahun lagi mau berumah tangga? Apa yang udah disiapin dari sekarang? Udah memantaskan diri buat sang jodoh? Sejumlah pertanyaan seperti ini hanya bisa dijawab oleh kita. Kita??? Yaudah saya sendiri aja.

Orang-orang yang kepo terkadang memang menyebalkan. Hanya saja, kita perlu memerhatikan kembali. Pasti ada beberapa dari mereka yang kepo karena peduli.  Mereka ingin kita memikirkan tentang yang sudah kita capai, yang ingin tercapai, dan yang akan tercapai. Mereka ingin kita segera ‘bangkit’ agar tidak berlama-lama menggalau karena tidak punya target dan planning yang jelas.

 

So, kapan rencanamu untuk menikah? Jangan tanya balik, ya :P


 

 Kediri, 4 Syawal 1437


  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    baru muncul kembali setelah siuman dari puasa #eh beneran aku juga di tanya "nikahnya kapan? pacarnya anak mana?" ya keleesss jawab aja pacarnya anak mama hahahahaha

    • Lihat 14 Respon

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Eeeh aku baru baca ini Anis ...
    Jadinya tulisan yg aku posting td kayak semacam respon atau sambungan dr tulisan ini kalo dipikir-pikir

    • Lihat 9 Respon

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Ngomongin nikah?? Sorry, q baru lamaran lebaran kemaren

    • Lihat 1 Respon

  • Arifin Narendra Putra
    Arifin Narendra Putra
    1 tahun yang lalu.
    Aku kok beda ya? Aku malah di tagih. "Kapan bukunya terbit?" -__-

    • Lihat 14 Respon

  • agus geisha
    agus geisha
    1 tahun yang lalu.
    pertanyaan "kapan nikah" itu biasa aja, yang luar biasa itu pertanyaan "kapan nikah lagi" ketika kita sudah punya pasangan.