Pembatas Kebersamaan

Anis
Karya Anis  Kategori Lainnya
dipublikasikan 14 Juni 2016
Pembatas Kebersamaan

 

Kau tahu, saat orang-orang yang sedang berjauhan ingin bertemu. Saat mereka berusaha membunuh jarak dengan perangkat alat canggih yang bisa mendengar suara atau melihat wajah. Saat perjumpaan begitu diinginkan.

Sementara kita? Kita yang tak memiliki pemisah dalam satuan kilometer, tidak perlu alat bantu, hanya perlu satu langkah untuk bertatap muka. Kita malah mengabaikan kesempatan ini. Apa gunanya setiap hari melihat punggung salah satu dari kita saat pergi, sementara tiada sapaan?

 

Yang jauh serasa dekat, yang dekat terasa jauh. Barangkali seperti itulah kita. Kita ingin menggapai yang ‘tidak terjangkau’ saat ini. Membiarkan apa yang tak perlu dijangkau sekarang, namun sebenarnya bisa digenggam. Kebersamaan yang begitu dekat sebenarnya bisa digenggam. Asal kau mau memberi kesempatan untuk dirimu. Asal aku tidak membiarkan si ego menang.

Barangkali memang ada tabir di antara kita. Entah setipis apa, hingga ia begitu terlihat samar. Seperti tidak ada sekat, tidak ada pembatas, tidak ada pemisah. Namun nyatanya? Kita memiliki dunia masing-masing. Lebih asyik dengan dunia masing-masing.

 

Mungkin arti kebersamaan akan berubah. Bukan lagi tentang kedekatan fisik. Bukan lagi tentang warna baju yang telihat di punggungmu saat pergi. Bukan tentang sepatu yang kulihat saat kau melangkah. Apa makna kebersamaan jika tanpa saling-mengerti? ‘Mengenal’ saja belum tentu ‘mengerti’. Mungkin aku mengenal namamu, tempat tinggalmu, dan identitas umum lainnya. Namun aku tidak benar-benar tahu tentang makanan kesukaanmu, buku dan penulis favoritmu, atau film yang sering kamu tonton.

Apa gunanya ‘mengenal’ seperti halnya perjumpaan sekilas dengan orang yang lewat di jalan seperti ini? Sudah berapa pergantian tahun kita lewati? Oh, maaf, aku lupa bahwa kita tidak pernah melewati malam pergantian tahun bersama. Kau selalu asyik dengan orang-orang di duniamu. Begitu pun aku, dengan dunia yang kuciptakan sendiri.

 

Sampai kapan keadaan ini akan kita biarkan?
Entah.

Yang pasti, aku yakin ada orang-orang yang seperti kita.


 

 

Sby 140616
thumbnail


  • Ikha  AR
    Ikha  AR
    1 tahun yang lalu.
    itu seperti yang kami alami... jarak kami hanya 1 cm tuk bisa saling berpeluk namun ego lebih memenangkan jiwa kami masing-masing.. hingga waktu juga yang akan membuat jarak antara kami..

  • Dahlya D
    Dahlya D
    1 tahun yang lalu.
    makjleb.. ya uda mba temui aja hehe